Home / Berita / Internasional / Asia / Pejabat Militer Iran Klaim Siap Melawan Amerika Serikat

Pejabat Militer Iran Klaim Siap Melawan Amerika Serikat

Kapal Perusak ‘USS Donald Cook’ di Perairan Laut Merah tahun 2003. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Teheran. Komandan militer senior Iran Qassem Suleimani membalas ancaman Presiden AS Donald Trump pada Teheran dengan bahasa yang beragam. Ia menyamakan Trump sebagai seorang penjudi, pemilik kabaret, serta menyebut Iran yang akan mengakhiri perang antara kedua negara.

“Aku beritahu Anda, Tuan Trump si penjudi, aku beritahu Anda: di mana Anda tak memikirkannya, kami dekat dengan Anda. Di tempat-tempat yang tidak dapat Anda bayangkan sekalipun, kami ada di samping Anda,” kata Suleimani, Kamis (26/07).

Qassem Suleimani bertanggung jawab atas Brigade Al-Quds, sayap eksternal dari Garda Revolusi Iran.

“Kami, bangsa Iran, telah melalui berbagai peristiwa sulit,” imbuhnya. “Anda mungkin yang akan memulai perang, tapi kamilah yang akan mengakhirinya. Bertanyalah pada pendahulu Anda tentang hal itu. Berhenti mengancam kami. Kami siap melawan Anda.”

Suleimani melanjutkan, “Laut Merah yang aman tidak lagi aman untuk kehadiran [militer] Amerika. Pasukan Quds dan aku adalah lawan Anda. Kami bahkan tidak tidur di malam hari sebelum memikirkan Anda.”

Sebelumnya, Presiden AS itu memberi ancaman pada Teheran tentang “konsekuensi yang jarang dialami orang-orang sepanjang sejarah”. Trump merasa jengah dengan ancaman-ancaman Iran. Bahkan terbaru Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan seharusnya Washington tidak bermain-main dengan ‘ekor singa’.

Suleimani mengatakan kepada Trump, “Ini bukan tugas presiden kami untuk menanggapi Anda, tapi aku, sebagai seorang prajurit, yang akan (melakukannya).”

“Bahasa [Anda] milik kabaret. Hanya pemilik kabaret yang menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan dunia,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

‘Pinjaman Cina Jebak Afrika dalam Kubangan Utang’