Home / Berita / Internasional / Asia / Iran: AS Ubah Timur Tengah Jadi Gudang Senjata

Iran: AS Ubah Timur Tengah Jadi Gudang Senjata

Trump memegang papan rencana penjualan senjata kepada Saudi. (wartakota.tribunnews.com)
dakwatuna.com – Teheran. Kecaman terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah kembali mendapat kecaman dari Iran. Kali ini, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif menyebut AS telah mengubah Timur Tengah menjadi gudang senjata.

Pernyataan Zarif didasari pada angka penjualan senjata Washington ke kawasan itu. Menurutnya, angka tersebut sama sekali tidak masuk akal.

“Tingkat penjualan senjata AS tidak masuk akal dan jauh melebihi kebutuhan regional,” kata Zarif dikutip dari Aljazeera, Ahad (09/12/2018).

“Ini mengacu pada kebijakan yang sangat berbahaya Amerika, yang sama sekali tidak mengedepankan keamanan, stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah,” imbuhnya.

Diketahui, AS menjadi negara pengekspor senjata utama bagi banyak negara di kawasan Timur Tengah. Washington juga terkesan memaksakan sejumlah negara untuk membeli senjata produksinya dengan alasan agar bisa menekan bahaya Iran di kawasan tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Arab Saudi Bantah Berencana Buka Kembali Kedubes di Damaskus

Organization