Home / Berita / Internasional / Asia / Khatib Teheran Ancam Serang Amerika Serikat dan Israel

Khatib Teheran Ancam Serang Amerika Serikat dan Israel

Presiden AS dan Presiden Iran. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Teheran. Ahmed Khatami, Khatib Jumat di Ibu kota Iran, Teheran, mengancam akan menyerang Amerika Serikat dan Israel. Menurut Wakil Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan di Iran tersebut, serangan akan dilakukan jika kedua sekutu itu menargetkan Iran.

Selama Shalat Idul Adha, Khatami menyebut syarat Presiden AS Donald Trump untuk pembicaraan dengan pemimpin Iran tidak dapat diterima. “Mereka ingin menekan Teheran dari proyek nuklir dan pengaruhnya secara regional.”

“Orang-orang Amerika mengatakan: kalian harus menerima apa yang kami katakan dalam pembicaraan. Ini bukan negosiasi, melainkan kediktatoran. Republik Islam Iran dan rakyatnya akan melawan diktatorisme,” kata Khatami.

Ia menambahkan, “Harga perang dengan Iran sangat mahal bagi Amerika. Mereka sadar bahwa jika menimbulkan kerusakan sedikit saja di negeri ini… maka kami akan menargetkan Amerika dan sekutu utamanya di Kawasan, Israel.”

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khameini juga telah menolak syarat yang diajukan Trump. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut