Home / Berita / Internasional / Asia / Trump Siap Bertemu Presiden Iran, Begini Respon Teheran

Trump Siap Bertemu Presiden Iran, Begini Respon Teheran

Trump dan Rouhani. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya siap untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani tanpa syarat apapun. Hubungan Washington – Teheran semakin buruk setelah Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada Mei lalu.

Kesiapan Trump itu disampaikan di Gedung Putih pada Senin (30/07) kemarin. Saat itu ia sedang menggelar konferensi pers bersama dengan PM Italia Guiseppe Conte.

“Aku pasti akan bertemu dengan (presiden) Iran jika mereka ingin bertemu. Aku tidak tahu apakah mereka siap untuk itu. Aku mengakhiri kesepakatan (nuklir) Iran. Itu kesepakatan konyol. Aku yakin pada akhirnya mereka akan menginginkan pertemuan, dan aku siap bertemu kapanpun mereka mau,” kata Trump.

Trump menegaskan tidak punya ‘prasyarat’ apapun untuk bertemu dengan Iran. “Jika mereka ingin bertemu, aku akan bertemua,” imbuhnya.

Setelah keputusannya keluar dari kesepakatan nuklir Iran, Trump terlibat perang pernyataan dengan Rouhani maupun pejabat Iran lainnya. Pemicunya adalah ancaman sanksi ekonomi yang dilontarkan Trump untuk Teheran.

Bahkan, Washington juga mengancam para sekutunya dengan konsekuensi keuangan jika mereka tidak menghentikan impor minyak dengan Iran pada 04 November mendatang.

Sementara itu, pada Selasa (31/07), seorang penasihat Presiden Iran merespon pernyataan Trump tersebut. Menurutnya, setiap pembicaraan dengan AS harus dimulai dengan mengurangi permusuhan dan kembali kepada kesepakatan nuklir.

“Menghormati bangsa besar Iran, mengurangi permusuhan, AS kembali ke kesepakatan nuklir … Itu akan membuka jalanan berbatu saat ini,” tulis Hamid Aboutalebi di Twitter.

Awal bulan ini, Rouhani mengancam akan menutup lalu lintas perdagangan regional di Selat Hormuz. Ancaman itu jika Washington tetap getol menghentikan ekspor minyak Iran.

Koresponden Aljazeera di Gedung Putih Alan Fisher menyebut pernyataan Trump saat konferensi pers itu sebagai ‘kejutan’.

“Beberapa orang akan mengatakan ini adalah Donald Trump klasik – ia telah berada di bawah tekanan selama beberapa hari terakhir … dan tiba-tiba ia memberi media Amerika tulang ini untuk dikejar, berupa kemungkinan pertemuan dengan Rouhani,” kata Fisher. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization