Home / Berita / Internasional / Asia / Putra Syaikh Salman Audah Sebut Ayahnya Terancam Hukuman Mati

Putra Syaikh Salman Audah Sebut Ayahnya Terancam Hukuman Mati

Salman Al-Ouda. (rassd)

dakwatuna.com – Washington. Putra Dai Arab Saudi Syaikh Salman al-Audah, Abdullah Al-Audah, baru-baru ini menulis satu artikel di New York Times. Dalam tulisan itu, ia menyebut ayahnya tengah menghadapi ancaman hukuman mati oleh pemerintah Arab Saudi.

Dilansir dari Aljazeera, Kamis (14/02/2019), Abdullah juga menyeru masyarakat internasional untuk tidak diam menyaksikan nasib ayahnya tersebut.

Dalam tulisannya, Abdullah juga menjelaskan kondisi yang dihadapi para tahanan politik di Saudi. Menurutnya, para dai dan cendekiawan Saudi yang menentang pemikiran ekstrem justru ditangkap dan diancam hukuman mati.

Abdullah Al-Audah adalah peneliti senior di Pusat Pemahaman Islam di Universitas Georgetown, Washington, Amerika Serikat (AS).

Ia menambahkan, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman memang terus mengkampanyekan moderasi beragaman. Namun menurutnya, Saudi belum sepenuhnya melepaskan identitas keagamaan ekstrem.

Tak hanya itu, Abdullah juga menyebut negara beribu kota di Riyadh itu menyusutkan suara-suara moderasi beragama, yang secara historis, menentang pemikiran ekstremis.

Syaikh Salman Audah adalah seorang reformis yang mengadvokasi hak asasi manusia dalam hukum Islam. Ia juga dikenal sangat populer di dunia maya, dengan memiliki 14 juta pengikut di Twitter.

Abdullah menuturkan, pada September 2017 ayahnya menulis di Twitter sebuah permohonan agar negara-negara Teluk yang saat itu berkonflik untuk saling islah. Diketahui, saat itu Arab Saudi bersama dengan UEA, Bahrain dan Mesir memboikot Qatar baik darat, laut maupun udara.

Hanya saja, niat baik Syaikh Salman Audah berujung petaka. Menurut Abdullah, beberapa jam saja setelah ayahnya menulis twit tersebut, pasukan keamanan Saudi langsung menggerebek kediamannya.

Selain menggeledah seisi rumah, pasukan keamanan juga menangkap dan membawa Syaikh Salman Audah yang saat ini berusia 61 tahun itu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization