Home / Berita / Internasional / Asia / Syaikh Salman Audah Kembali Muncul di Pengadilan Saudi

Syaikh Salman Audah Kembali Muncul di Pengadilan Saudi

Syaikh Salman Audah. (arabi21.com)
dakwatuna.com – Riyadh. Situs jejaring sosial Twitter kembali menginformasikan kabar dimulainya sidang kedua untuk dai kondang Arab Saudi, Syaikh Salman Audah. Sidang kabarnya digelar di markas Pengadilan Kriminal di Riyadh.

Menurut akun @M3tkl, sidang Syaikh Salman Audah kedua ini digelar pada kemarin, Rabu (03/10).
Akun tersebut meminta kepada semua pihak untuk bergerak membela hak-hak dai moderat itu. Sebelum pemerintah Saudi melakukan tuntutan dan mengeksekusi mati Syaikh Audah.

Pada Agustus lalu, Jaksa Penuntut Umum meminta agar Syaikh Audah dihukum mati. Dalam persidangan, jaksa mengajukan 27 tuduhan tindak terorisme kepada dai berusia 62 tahun tersebut.

Selain Salman Audah, hukuman mati juga dilayangkan kepada dua akademisi yaitu Awad al-Qarni dan Ali al-Amri.

Sejumlah ulama dan organisasi Islam mengutuk pengadilan terhadap Syaikh Audah, Dr. Ali al-Amri dan para tahanan politik lainnya di Saudi.

Lembaga-lembaga ini menggelar konferensi pers di ibu kota Turki, Istanbul. Mereka mengecam tuntutan Jaksa Penuntut Umum untuk mengeksekusi mati para ulama dengan tuduhan terorisme.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah Saudi untuk segera membebaskan Syaikh Salman Audah dan para tahanan politik lainnya tanpa syarat. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Netanyahu: Saya Ingin Ada Hubungan Baik antara Israel dan Indonesia