Home / Berita / Internasional / Asia / Arab Saudi: Harus Dibedakan Antara Madzhab Syiah Asli dan Ajaran Radikal Khomeini

Arab Saudi: Harus Dibedakan Antara Madzhab Syiah Asli dan Ajaran Radikal Khomeini

Bendera Arab Saudi. (Alwatannews.com)

dakwatuna.com – Riyadh. Menteri Arab Saudi urusan Teluk Arab, Thamer Al-Sabhan, menekankan pentingnya membedakan antara madzhab syiah yang asli dengan doktrin radikal Khomeini.

Melalui akun twitternya Senin (31/07/2017), Menteri Arab Saudi itu mengatakan, “Aku meyakini bahwa kita harus membedakan antara madzhab syiah asli dengan doktrin radikal Khomeini yang baru.”

Pada postingan kedua, Al-Sabhan mengatakan, “Ekstrimis Sunni dan ekstrimis Syiah tidak membangun negara dan bangsa.”

“Moderasi, toleransi dan dialog merupakan yang harus menang untuk mencapai kepentingan yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pimpinan Syiah Irak, Moqatada al-Sadr diterima oleh Putra Mahkota Arab Saudi di Jeddah. (aljazeera.net)

Perlu diketahui, pimpinan Syiah Irak, Moqtada al-Sadar, melakukan kunjungan bersejarah ke Arab Saudi, Ahad (30/07). Pada kunjungan tersebut, al-Sadar diterima langsung oleh Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman di Jeddah. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Watan News

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.

Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

  • wilia dona

    Lieur mikiran sunni jeung syiah mah kudu kumaha ?

Lihat Juga

Silmy, Gadis Tak Berdosa Yang Lumpuh dan Kelaparan Akibat Blokade Pasukan Rezim Suriah