Home / Berita / Internasional / Asia / PM Kanada Buka Suara Soal Pengusiran Dubesnya oleh Saudi

PM Kanada Buka Suara Soal Pengusiran Dubesnya oleh Saudi

PM. Kanada, Justin Trudeau. (aa.com.tr)
dakwatuna.com – Ottawa. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau akhirnya buka suara tentang pengusiran duta besar Kanada dari Arab Saudi. Seperti diketahui, hubungan kedua negara memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Kritikan Kanada terkait penangkapan sejumlah aktivis di Saudi menjadi pemicu retaknya hubungan Riyadh-Ottawa. Buntutnya, Saudi mengusir dubes Kanada, memanggil pulang dubesnya di Kanada dan membekukan semua transaksi perdagangan dan investasi dengan Kanada.

Menanggapi hal itu, Trudeau menegaskan bahwa negara berkomitmen membela hak asasi manusia dengan kuat dan jelas. Ini merupakan pernyataan pertama dari PM Kanada itu menanggapi tindakan agresif Saudi.

“Kanada akan selalu menunjukkan sikapnya secara kuat dan jelas, baik dalam keadaan diam maupun di publik, terkait hak asasi manusia,” kata Trudeau, dalam konferensi pers di Montreal, Kanada, seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (09/08).

Justin Trudeau menambahkan, “Kami tidak ingin memiliki hubungan lemah dengan Saudi. namun kami akan terus menunjukkan tantangan di manapun berada, baik di Saudi maupun tempat lain.”

Trudeau juga menyebut bahwa Menlu Kanada telah melakukan pembicaraan panjang dengan Menlu Saudi, Selasa (07/08). Namun ia tak menyebut detil pembicaraan itu.

Beberapa jam sebelumnya, Menlu Saudi Adel al-Jubeir menolak mediasi dalam krisis dengan Ottawa ini. Ia mengatakan, “Tidak ada yang dapat menjadi mediator terkait urusan dengan Kanada, yang melakukan kesalahan sejak awal dan tahu bagaimana cara memperbaikinya.”

Lebih lanjut, Jubeir menegaskan negara tidak menerima adanya dikte dari negara lain. Bahkan ia mengancam akan mengambil langkah tambahan melawan Ottawa. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization