Home / Berita / Internasional / Asia / Pangeran Bin Salman: Hanya Maut yang Bisa Menghentikanku

Pangeran Bin Salman: Hanya Maut yang Bisa Menghentikanku

Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud. (whc/dakwatuna)

dakwatuna.com – Washington. Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman al Saud, berkeyakinan tidak ada yang dapat menghalanginya untuk berkuasa.

Kepada chanel CBS Amerika ia menuturkan, seandainya usianya sampai 50 tahun, sudah pasti dirinya akan berkuasa. “Hanya maut yang bisa menghentikanku,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pangeran juga menyebut pihaknya berhasil mengumpulkan lebih dari 100 milyar dolar dari para pangeran dan pebisnis yang ditahan beberapa waktu lalu.

“Namun tujuan (penangkapan, red) bukan mengumpulkan uang. Melainkan pemberantasan korupsi,” lanjutnya, seperti dilansir Aljazeera.net, Senin (19/03/2018).

Pada kesempatan itu, Bin Salman juga menjelaskan soal pengeluaran pribadinya. “Aku orang kaya dan tidak miskin. Aku bukan Gandhi bukan pula Mandela,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga menyebut pemerintah Saudi akan segera mengumumkan keputusan untuk para tahanan. Menurutnya, itu bertujuan agar dunia tahu bagaimana pemerintah Saudi menangani para ekstremis.

Selain itu, Pangeran juga menjelaskan soal isu-isu keislaman di negaranya yang tengah menjadi sorotan. Menurutnya, tidak ada dalil yang sah terkait kewajiban wanita mengenakan gamis dan penutup kepala hitam.

Hubungan dengan Iran

Sementara itu, Pangeran Bin Salman juga menerangkan sikap negaranya terhadap Iran. Pangeran mengecam perbuatan Iran yang menjadikan Yaman sebagai lahan untuk menembakkan rudal ke ibukota Saudi, Riyadh.

Bahkan Pangeran juga mengancam Iran dengan rudal nuklir. Katanya, “Jika terbukti Iran mengembangkan bom nuklir, maka kami akan melakukan hal yang sama sesegera mungkin.”

“Iran bukan saingan kami. Pasukan Iran bahkan tak masuk jajaran 5 besar di dunia Islam. Ekonomi juga lebih besar dari mereka,” lanjutnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Iran Disebut Masih Jadi Ancaman Utama Amerika Serikat