Home / Berita / Internasional / Asia / Saudi Usir Dubes Kanada: Intimidasi Bagi Pengkritik Penguasa?

Saudi Usir Dubes Kanada: Intimidasi Bagi Pengkritik Penguasa?

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. (dakwatuna)
dakwatuna.com – Washington. Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada memburuk. Kritik Kedubes Kanada di Riyadh terhadap penangkapan sejumlah aktivis di Saudi disebut-sebut sebagai pemicu krisis.

Buntut dari krisis itu Saudi memutus seluruh jalinan dagang dan investasi dengan Kanada. Selain juga mengusir Dubes Kanada dari Riyadh, dan memanggil Dubes mereka di Ottawa.

Krisis dua negara mendapat perhatian luas dari media-media internasional. Salah satunya New York Times (NYT) yang menyebut pengusiran dubes Kanada itu mengerikan.

Selain itu, NYT menyebut langkah Pangeran Muhammad bin Salman memutus hubungan dengan Kanada telah merusak reformasi di negaranya. Disebutkan, langkah seperti itu biasa diambil para tiran untuk membungkam para pengkritiknya.

Setiap negara, memang biasa menolak kritik dari eksternal. Namun respon Saudi, dinilai sebagai bentuk permusuhan yang agresif, dan intimidasi bagi para pengkritik.

Bahkan, dalam kasus yang sama sebelumnya, akan segera mengundang penentangan kuat dari Barat.

Sebelumnya, akun Twitter Kedubes Kanada di Riyadh menyampaikan keprihatinan mendalam negaranya atas penangkapan sejumlah aktivis di Saudi. Kanada juga mendesak agar para aktivis hak asasi manusia segera dibebaskan, termasuk Samar Badawi dan saudara laki-lakinya, Raif Badawi.

Arab Saudi bereaksi keras atas cuitan tersebut. Bahkan Riyadh menuding Kanada telah melakukan intervensi secara nyata kepada urusan dalam negeri Saudi.

Istri Raif Badawi, Ensaf Haidar dan ketiga anaknya mendapat suaka politik dari Kanada. Bahkan mereka telah menjadi warga negara Kanada sejak bulan lalu. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah