Home / Berita / Internasional / Asia / Arab Saudi Putus Hubungan Dagang dan Usir Dubes Kanada, Ada Apa?

Arab Saudi Putus Hubungan Dagang dan Usir Dubes Kanada, Ada Apa?

Arab Saudi dan Kanada. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan pembekuan semua perdagangan dan transaksi investasi dengan Kanada. Selain itu, Riyadh juga memerintah duta besar Kanada untuk meninggalkan Saudi dalam 24 jam mendatang.

Sejumlah kritik dari Kanada tentang penangkapan aktivis di Saudi disebut sebagai pemicu retaknya hubungan Riyadh – Otawa. Riyadh bahkan menyebut Dubes Kanada di Saudi merupakan orang yang diinginkan keberadaannya. Sementara Dubes Saudi di Kanada, telah dipanggil pulang.

Dalam keterangan Kemenlu Saudi, seperti dilansir Kantor Berita SPA disebutkan, Kerajaan membekukan seluruh aktivitas dagang dan investasi dengan Kanada. Tindakan lebih lanjut juga masih dimungkinkan untuk diambil.

Kemenlu Saudi juga mengutuk pernyataan Kanada, dan menyebutnya sebagai sikap negatif, mengejutkan dan jauh dari fakta.

Lebih lanjut ditegaskan, Saudi mengutuk segala bentuk campur tangan dalam urusan internal dan pelanggaran terhadap normal internasional. Segala bentuk intervensi, imbuhnya, dianggap sebagai pelanggaran besar terhadap sistem Kerajaan, peradilan dan melanggar prinsip kedaulatan.

Sikap Kanada yang mengkritik kebijakan internal dianggap sebagai ‘serangan’ kepada Saudi. Maka, Riyadh pun mengklaim berhak untuk mengambil langkah tegas untuk mencegah penodaan kedaulatannya.

Sebelumnya, Menlu Kanada Chrystia Freeland dan Dubes Kanada di Riyadh menyampaikan keprihatinan terhadap penangkapan aktivis wanita Samar Badawi, dan aktivis sosial lainnya.

Langkah tegas yang diambil Saudi mendapat dukungan dari tetangganya, Bahrain. Dalam pernyataannya pada Senin (06/08) hari ini, Bahrain tegas menolak segala upaya intervensi Otawa terhadap urusan internal Saudi. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit