Home / Berita / Internasional / Asia / HRW: Keadilan di Arab Saudi Suram

HRW: Keadilan di Arab Saudi Suram

Human Right Watch menilai sistem peradilan di Saudi sangat buruk. (Aljazeera)

dakwatuna.com – New York. Organisasi Nirlaba yang bergerak di bidang hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) kembali menyoroti peradilan di Kerajaan Arab Saudi. Dalam laporannya disebutkan, sejak 2014 terdapat 600 keputusan hukuman mati di Saudi.

Selain itu HRW juga menyebut lembaga peradilan di Saudi zalim dan “tidak memberikan pengadilan yang adil”. Sementara sebagian besar hukuman mati dijatuhkan untuk kejahatan narkoba.

Dilansir Aljazeera, HRW menyebut pemerintah Saudi mengetahui adanya praktik persidangan tak adil yang mengarah pada hukuman mati. Sejak awal tahun ini saja sudah ada 48 orang yang dihukum mati di sana, dan masih banyak lagi yang menanti eksekusi.

Sarah Leah Whitson, Direktur HRW untuk Timur Tengah mengatakan, “Tidak buruk bahwa Saudi menjatuhi hukuman dalam jumlah besar itu. Namun mereka ternyata juga menghukum orang-orang yang belum melakukan kejahatan.”

“Menjatuhi hukuman mati kepada pengguna obat-obatan, harus diiringi dengan perbaikan sistem peradilan, yang sama sekali tidak memberikan keadilan itu,” imbuh Sarah. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi