Home / Berita / Internasional / Asia / ‘Syaikh Salman Audah Dijatuhi Hukuman Mati karena Memperjuangkan Perdamaian’

‘Syaikh Salman Audah Dijatuhi Hukuman Mati karena Memperjuangkan Perdamaian’

Dr. Salman Audah, dai ternama asal Arab Saudi. (islamtoday.net)
dakwatuna.com – Washington. Putra Syaikh Salman Audah, Abdullah Audah, mengungkap sosok yang menuntut hukuman mati kepada ayahnya.

Dalam acara di Washington, Abdullah menyebut Jaksa Agung Saudi Saud al-Mojeb yang turut serta dalam investigasi pembunuhan Khashoggi adalah orang yang menuntut hukuman mati kepada Salman Audah.

Hal itu disampaikan Abdulah saat menghadiri acara mengenang jurnalis Jamal Khashoggi yang digelar di Washington, Amerika Serikat, Ahad (04/11). Abdullah juga menduga bahwa kesalahan ayahnya hanya karena berusaha “memperjuangkan perdamaian”.

Selain tentang ayahnya, Abdullah yang seorang peneliti di Universitas Yale AS itu juga menuding al-Mojeb sebagai sosok dibalik tuntutan hukuman berat untuk pengusaha Essam al-Zamil.

Diketahui, Syaikh Salman Audah ditangkap dan ditahan di penjara Arab Saudi sejak September 2017 silam. Ia ditangkap setelah menulis tweet yang mendoakan agar perdamaian dan persatuan kembali hadir di tengah-tengah kawasan Teluk. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Meski Kalah, Ternyata 64 Persen Warga Israel Ingin Operasi Militer di Gaza Lanjut