Home / Berita / Internasional / Asia / Media Israel: Muhammad bin Salman, Pemimpin Arab yang Dinantikan Israel

Media Israel: Muhammad bin Salman, Pemimpin Arab yang Dinantikan Israel

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman. (dakwatuna)
dakwatuna.com – Tel Aviv. Surat kabar Israel Haaretz, memuat sebuah artikel yang ditulis oleh Tsvika Greenfield. Dalam artikel itu, Greenfield menyoroti soal buntut pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi terhadap masa depan Israel.

Dikatakan, Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS) adalah pemimpin Arab yang telah dinanti Israel selama 50 tahun terakhir. Bahkan, penurunan MBS dari tahta akan menjadi guncangan bagi Israel.

Ia menjelaskan, selama 50 tahun Israel berdoa memohon dihadikan seorang pemimpin Arab yang mau menyepakati perjanjian penting dengan Israel. Pemimpin yang dimaksud, imbuhnya, kini telah hadir dalam diri MBS.

Greenfield menggambarkan kematian Khashoggi dengan cerita-cerita horor di negara-negara seperti Suriah, Cina, Iran, Rusia, dan Korea Utara. Ia menambahkan bahwa sekarang ada rekaman dan video yang menunjukkan tubuh wartawan itu hancur berkeping-keping. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi