Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (TRT World)
dakwatuna.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Demikian sebagaimana dilaporakn oleh kantor kepresidenan Turki, seperti dilansir dari Aljazeera.net, Sabtu (17/11).

Disebutkan, Erdogan dan Trump terlibat pembicaraan telepon dan saling bertukar pikiran dalam kasus pembunuhan pria 59 tahun itu di Konsulat Arab Saudi di Istanbul 2 Oktober silam.

Amerika Serikat secara resmi juga telah menjatuhkan sanksi kepada 17 warga Saudi yang terlibat dalam kasus pembunuhan itu. Sanksi dijatuhkan melalui Departemen Keuangan AS, yang mencakup larangan untuk berbisnis di dan dengan warga AS.

Sebelumnya diketahui, Kejaksaan Arab Saudi merilis hasil investigasi yang dilakukan dalam kasus tersebut. Selanjutnya, mereka menetapkan lima orang pelaku utama dari total 21 orang yang diduga terlibat.

Kepada lima orang tersebut, otoritas Saudi kemungkinan akan menjatuhi hukuman mati atas perbuatan mereka. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Intelijen Jerman Peringatkan Bahaya Kelompok Sayap Kanan Ekstrem

Figure
Organization