Home / Berita / Internasional / Asia / Kejaksaan Agung Saudi Rilis Hasil Investigasi Kasus Pembunuhan Khashoggi

Kejaksaan Agung Saudi Rilis Hasil Investigasi Kasus Pembunuhan Khashoggi

Jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Riyadh. Jaksa Agung Arab Saudi mengumumkan hasil investigasinya dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Dikatakan, tim yang dikirim ke Istanbul bertugas untuk membawa jurnalis 59 tahun itu pulang ke Saudi.

Namun ditambahkan, fakta yang terjadi adalah tim tersebut justru membunuh Khashoggi, memutilasinya kemudian menyerahkan potongan tubuh itu kepada kolabolator lokal Turki.

“Menetapkan tuduhan kepada 11 orang yang ditahan yang jumlahnya ada 22 orang. Yang memerintah dan memulai kejahatan ini jumlahnya ada lima orang, sementara yang lain akan dikenakan sanksi sebagaimana yang berlaku,” kata Jaksa Agung Saudi dalam pernyataan yang dikutip dari Aljazeera.net, Kamis (15/11).

Hasil investigasi itu diumumkan oleh Wakil Jaksa Agung yang bernama Shaalan al-Shaalan dalam sebuah jumpa pers hari ini waktu setempat.

Ia mengatakan, “Kejahatan ini dilakukan dengan perkelahian, pencekikan, penyuntikan korban dengan jarum anestesi berdosis besar hingga menyebabkan kematiannya (Khashoggi).”

Menurut Shaalan, insiden bermula dari tanggal 29 September 2018 ketika ada perintah untuk membawa Khashoggi secara baik-baik. “Jika ia tidak mau, maka akan dilakukan pemaksaan,” imbuhnya.

Diketahui, Jamal Khashoggi terbunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbu pada tanggal 2 Oktober silam.

Menurut Shaalan, perintah pembunuhan dilakukan secara spontan oleh mantan wakil kepala intelijen, Ahmed Asiri. Selain itu, ada lima orang yang terlibat langsung dalam mengeksekusi Khashoggi.

Dalam kesempatan itu, Shaalan juga menegaskan bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman tidak terlibat dan bahkan tidak tahu menahu dengan kejahatan pembunuhan tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Sumber: Emir Qatar Tidak Akan Hadir KTT Teluk 2018 di Riyadh

Organization