Home / Berita / Internasional / Asia / Emir Qatar Berbicara Tentang Pemboikotan di Hadapan Pemimpin Dunia

Emir Qatar Berbicara Tentang Pemboikotan di Hadapan Pemimpin Dunia

Emir Negara Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani. (Aljazeera)
dakwatuna.com – New York. Setelah lebih dari satu tahun pemboikotan atas Qatar, banyak fakta terungkap tentang adanya kampanye hasutan melawan Qatar. Demikian disampaikan Emir Negara Qatar Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani di hadapan para pemimpin dunia dalam acara Sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (25/09).

Pemboikotan Qatar, imbuh Syaikh Tamim, sangat merusak reputasi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Menurutnya, kondisi itu menyebabkan kelumpuhan GCC dalam menanggapi isu-isu baik di kawasan maupun dunia.

Ia menambahkan, dunia kini mengakui tuduhan untuk membenarkan pemboikotan Qatar melanggar hukum internasional dan kode etik hubungan antar negara. Selain juga nilai-nilai yang berlaku di tengah masyarakat, imbuhnya.

Syaikh Tamim mencatat, selain pemboikotan juga ada rongrongan terhadap stabilitas negaranya serta perang ekonomi yang dilancarkan. Namun, ia menegaskan, fase itu justru menguatkan posisi Qatar serta mengonsolidasikan perannya sebagai mitra aktif di arena regional maupun internasional.

Perekonomian Qatar terus tumbuh dan stabil, tandasnya.

Selain pemboikotan, Syaikh Tamim juga berbicara tentang berbagai isu yang menjadi perhatian dunia saat ini.

Di antara yang disorotnya adalah polemik Suriah dan Yaman. Terkait Suriah, Emir berusia 38 tahun itu menyebut dunia tidak cukup mampu menyelesaikan koflik yang telah berjalan tujuh tahun tersebut.

Sedangkan Yaman, Syaikh Tamim menegaskan sikap negaranya yang mendukung persatuan, kedaulatan dan perdamaian Yaman. ia juga menyeru seluruh pihak untuk segera melakukan rekonsiliasi nasional berdasarkan Resolusi PBB No. 2216. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Saya Kenal Pembunuh Jamal Khashoggi

Organization