Home / Berita / Internasional / Asia / Qatar: Pemboikotan Memisahkan Suami-Istri dan Memutus Hubungan Kekeluargaan

Qatar: Pemboikotan Memisahkan Suami-Istri dan Memutus Hubungan Kekeluargaan

Ketua Komnas HAM Qatar, Ali Smaikh al-Marri. (al-watan.com)

dakwatuna.com – Athena. Ketua Komisi Nasional HAM Qatar, Ali Smaikh al-Marri, mendesak Yunani untuk berperan aktif mengakhiri pemboikotan terhadap negaranya. Seperti diketahui, Yunani merupakan anggota Uni Eropa (UE) dan Parlemen Eropa, yang diharapkan mampu menggalang suara internasional.

Dilansir dari Al-Watan.com, Senin (29/01/2018), hal itu disampaikan al-Marri saat berkunjung ke Athena, ibukota Yunani. Saat wawancara dengan surat kabar Kathimerini, ia mengungkapkan dampak pemboikotan bagi Teluk dan Qatar. Al-Marri juga menyeru dukungan internasional untuk mengutuk tindakan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, terhadap negaranya.

Lebih lanjut al-Marri menjelaskan, sejak pemboikotan pihaknya menyiapkan  laporan berkala terkait pelanggaran HAM. Pelanggaran terjadi di beberapa bidang seperti kesehatan, pendidikan, reunifikasi keluarga, kepemilikan pribadi dan kebebasan bergerak.

Masih menurut al-Murri, daftar pelanggaran-pelanggaran tersebut telah diajukan ke Komisi HAM Internasional. Selain itu, pihaknya juga berusaha membawa daftar itu ke parlemen-parlemen dunia.

Al-Murri menambahkan, pemboikotan secara langsung menargetkan kehidupan rakyat di kawasan tersebut. Pemboikotan, jelasnya, telah mengakibatkan pisahnya suami-istri, pecahnya hubungan keluarga, dan upaya memutuh hubungan kekeluargaan di antara negara Teluk.

“Ada penduduk yang terancam status kewarganegaraannya dicabut jika tetap berada di Qatar. Ada pula rakyat Qatar yang harus diusir dari rumah sakit, dan terancam masa depan pendidikannya. Semua itu hanya karena mereka rakyat Qatar. Selain juga banyak investor yang terancam kerugian besar,” jelasnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Watan

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Rekonsiliasi Tidak Gratis, Israel Jamin Keamanan Arab Terhadap Ancaman Iran

Organization