Topic
Home / Berita / Internasional / Asia / Surat Kabar Swiss: Upaya Pemboikotan Qatar Gagal Total

Surat Kabar Swiss: Upaya Pemboikotan Qatar Gagal Total

Pusat ekonomi global berharap Qatar segera atasi dampak krisis. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Bern. Ulrich Schmid, seorang jurnalis regional untuk kawasan Timur Tengah, menulis sebuah artikel tentang pemboikotan Qatar. Dalam tulisannya yang berjudul ‘Pemboikot Munafik, dan Boikot Ironis Mereka’ itu, ia menyebut bahwa pemboikotan atas Qatar telah gagal total.

Schmid menambahkan, yang sebaliknya terjadi adalah fakta bahwa Doha sangat cepat dalam menanggulangi dampak pemboikotan. Doha mampu mengamankan laju politik dan ekonominya. Meskipun di sisi lain mereka tertekan akibat pemboikotan, lanjutnya.

“Meskipun ada pemboikotan dan upaya penyerangan padanya, juga tudingan-tudingan teroris yang dialamatkan padanya, serta banyaknya kalimat yang memojokkannya, Qatar ternyata tidak tunduk pada para pemboikot,” kata Schmid.

Secara umum, kata Schmid lagi, pemboikotan akan menyebabkan keadaan jadi sulit. Terutama karena dilarangnya aktivitas investasi dan menghalangi aktivitas darat, laut dan udara. Semua itu yang menyebabkan kerusakan pada Qatar. Namun begitu, negara-negara pemboikot gagal dalam memaksa Qatar untuk tunduk.

Schmid menambahkan, pusat ekonomi global menaruh harapan agar Qatar mampu dengan cepat mengatasi krisis yang terjadi. Sehingga dengan begitu laju ekonomi akan kembali stabil.

Dengan adanya pasar energi global yang terbuka, lanjut Schmid, akan membuat Doha mampu bertahan di tengah krisis dalam waktu yang lama. Ia mengingatkan, Qatar merupakan pemilik 13% cadangan gas dunia.

Sedangkan negara-negara pemboikot, tambahnya, tidak akan bisa menghentikan laju ekspor gas Qatar. Karena hal itu akan membuat Tiongkok dan Jepang murka. Padahal Riyadh sangat bergantung pada dua negara itu untuk menyukseskan ‘Visi 2030’-nya.

Menurut Schmid, para pelaku pemboikotan Qatar akan mendapati adanya kontradiktif dan ironis. “Sebagai pemeran utama, Arab Saudi, Uni Emirat, Bahrain dan Mesir, tidak akan bisa mendispensi gas Qatar,” katanya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Qatar Kepada AS: Palestina Menanti Solusi Politik Yang Adil

Figure
Organization