Home / Berita / Internasional / Asia / Analis: Dunia Harus Desak Saudi Akhiri Pemboikotan Qatar

Analis: Dunia Harus Desak Saudi Akhiri Pemboikotan Qatar

Krisis diplomatik dimulai pada Juni 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. (Maggie Hyde / The Associated Press/Al Jazeer)
dakwatuna.com – Doha. Masyarakat internasional harus mengubah sikap agar Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengakhiri krisis teluk saat ini. Hal itu disampaikan para ahli hukum dan politik Timur Tengah dalam sebuah konferensi di London, Kamis (13/09).

Para panelis sepakat, probabilitas krisis Teluk segera berakhir cukup rendah dan ancamannya akan semakin luas. Kecuali, imbuh mereka, ada sikap yang lebih keras lagi dari para pemimpin dunia.

“Kami melihat kedalaman dan pelebaran krisis. Aku tidak melihatnya segera berubah dalam waktu dekat kecuali jika negara lain mengubah sikapnya. Eropa dan masyarakat internasional harus mengubah sikap (mereka).”

“Mereka secara moral wajib, dan aku siap berdebat secara hukum tentang kewajiban itu,” kata Carl Buckley, seorang pengacara dan Direktur Chambers di Guernica 37 International Justice Chambers.

“Arab Saudi semakin berani untuk terus bertindak sesuka hati, karena diam dianggap sebagai persetujuan,” imbuh Buckley, dalam acara yang diselenggarakan Diwan London dengan tema Negara Teluk Arab dalam Transisi: The Present Predicament and Future Prospects.

“Perubahan tidak akan terjadi jika AS tidak mendukungnya.”

Lima belas bulan setelah munculnya krisis Teluk terbaru, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) ternyata tidak dapat menyelesaikan perselisihan, yang semakin pahit seperti yang telah terjadi.

Krisis diplomatik dimulai pada Juni 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Keempat negara menuding Qatar memberi dukungan pada terorisme. Selain menyebut Doha melanggar perjanjian tahun 2014 silam.

Qatar membantah semua tuduhan yang diajukan oleh keempatnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Pejabat Kemenlu AS: Sangat Jelas Keterlibatan MBS dalam Pembunuhan Khashoggi

Organization