Home / Berita / Internasional / Asia / Pemilu Turki: Perkembangan Terkini

Pemilu Turki: Perkembangan Terkini

Poster kampanye Erdogan (kiri), dan poster pendiri Republik Turki (kanan). (Sky News)
dakwatuna.com – Ankara. Turki menggelar pemilihan untuk anggota parlemen dan presiden pada hari ini, Ahad (24/06). Ini merupakan kali pertama bagi rakyat Turki memilih parlemen dan presiden di hari yang sama.

Lebih dari 56 juta pemilih akan memberikan suara mereka ke 180.000 lebih kotak suara yang tersebar di seluruh penjuru negeri.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berharap dapat menang dalam satu putaran, serta Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) mendapat suara mayoritas.

Namun tampaknya harapan itu akan menjadi berat bagi Erdogan. Mengingat ada perlawanan sengit dari rivalnya saat kampanye, yaitu Muharrem Ince, kandidat dari Partai Rakyat Republik (CHP).

Berikut perkembangan terkini yang perlu Anda tahu:

‘Aku ingin pemerintahan baru’

“Aku ingin bangun dan Turki jadi lebih baik dengan pemerintahan berbeda,” kata Veysel Emre Yersel, pria 37 tahun yang tinggal di Istanbul.

“Negara ini bergerak menuju rezim otoriter dan standar demokratis telah runtuh. Harus ada keragaman dalam demokrasi, di mana suara setiap orang dapat didengar,” imbuhnya.

“Dalam kondisi saat ini tidak ada keragaman, hanya ada satu suara.”

“Jika Muharrem Ince berkuasa dan hanya memenuhi 25% dari janjinya, Turki akan berada dalam kondisi yang lebih baik dalam waktu yang tak lama.”

‘Aku memilih untuk stabilitas’

“Aku memberikan suara agar stabilitas di negara ini berlanjut.”

“Segalanya akan jadi lebih baik dengan pemerintahan saat ini. Aku puas dengan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan,” kata Ramazan Unal, pria 39 tahun tinggal di Istanbul.

“Saat ini standar hidupku lebih tinggi dari sebelumnya. Pemerintah mengerjakan proyek-proyek besar mulai dari rumah sakit modern, bandara, hingga universitas.”

“Segalanya akan lebih baik di bawah AKP,” kata Unal.

PM Turki berikan suara di Izmir

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memberikan suaranya di pusat provinsi Izmir, sebuah wilayah yang dikenal sebagai basis CHP.

Suara pro-Kurdi sangat penting

Partai Rakyat Demokratik (HDP) – pro-Kurdi, menjadi salah satu partai oposisi utama dalam pemilu kali ini.

Meskipun suku Kurdi hanya 17% dari total pemilih, namun kinerja HDP akan sangat berdampak menentukan hasil pemilu.

Pemilu damai

Menteri Kehakiman Turki Abdulhamit Gul mengatakan, pemilu berlangsung dengan damai. Ia sendiri memberikan suaranya di provinsi Gaziantep.

Tidak ada informasi gangguan apapun dalam pelaksanaan pemilu. Semua orang memberikan suaranya dengan penuh perdamaian, kata Gul.

Kemungkinan putaran kedua

Putaran kedua akan digelar pada 08 Juli mendatang. Ini terjadi jika tidak ada kandidat presiden yang memperoleh suara lebih dari 50%.

Para kandidat dari Koalisi Nasional telah menegaskan akan mendukung lawan Erdogan jika pemilihan presiden terpaksa digelar dua periode. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Penangkapan Dai dan Masyayikh di Saudi Berlanjut

Organization