Home / Berita / Internasional / Asia / Keheningan Warnai Beberapa Jam Sebelum Pemilu Turki

Keheningan Warnai Beberapa Jam Sebelum Pemilu Turki

Pemilu Turki akan digelar pada 24 Juni mendatang. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Rangkaian kampanye pemilihan parlemen dan presiden telah resmi berakhir. Turki tengah menjalani detik-detik keheningan.

Menurut Komisi Pemilihan Turki (YSK) segala bentuk kampanye harus berakhir pada pukul 18:00 waktu setempat di hari Sabtu (23/06) kemarin.

Dikutip dari Anadolu Arabic, peraturan itu meliputi berita, komentar dan segala bentuk opini di seluruh media di Turki.

Pada hari pelaksanaan pemilu, Sabtu (24/06) hari ini, hanya berita dan pengumuman resmi dari YSK yang diperbolehkan di radio, TV dan organ media lainnya sampai pukul 21:00 waktu setempat.

Setelah pukul 21:00, siaran lainnya akan kembali diizinkan. Namun YSK masih punya kewenangan untuk mencabut pembatasan jika diperlukan.

Hari ini rakyat Turki akan memberikan suara mereka dalam pemilihan paling bersejarah di sana.

Sementara ada enam kandidat akan bersaing menjadi presiden Turki. Mereka adalah kandidat petahana Recep Tayyip Erdogan (AKP dan MHP), Muharrem Ince (CHP), Selahattin Demirtas (HDP), Meral Aksener (IyI), Temel Karamollaoglu (Saadet), dan Dogu Perincek (Vatan).

Jika menang, Erdogan akan menjadi presiden Turki pertama dengan sistem pemerintahan presidensial. Sebuah sistem yang memungkinkan bagi presiden untuk memegang kekuasaan yang belum pernah ada sebelumnya di Turki. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Cina di Timur Tengah: Di Balik Pesona Serangan Ekonomi Xi Jinping