Home / Berita / Internasional / Asia / Mereka Para Penantang Erdogan

Mereka Para Penantang Erdogan

(Aljazeera)

dakwatuna.com – Ankara. Para kandidat presiden Turki dalam pemilihan 24 Juni mendatang sudah mulai mencuat ke permukaan. Secara otomatis, mereka akan menjadi penantang bagi kandidat petahana, Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Hingga hari ini, (11/05/2018), setidaknya terdapat enam nama yang digadang akan maju dalam pilpres mendatang. Mereka adalah Erdogan, Muharrem Ince, Meral Aksener, Selahattin Demirtas, Temel Karamollaoglu, dan Dogu Perincek.

Dikutip dari Aljazeera, para penantang Erdogan berasal dari partai-partai oposisi. Mereka semua dikenal dengan perbedaan sikap, ideologi dan afiliasi.

Seperti diwartakan sebelumnya, Parlemen Turki pada April lalu menyetujui draf percepatan pemilu yang diajukan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) beserta Partai Gerakan Nasionalis (MHP). Pemilu yang sejatinya digelar pada Februari 2019 itu dipercepat lebih awal menjadi 24 Juni 2018.

Presiden Turki saat ini, Recep Tayyip Erdogan, telah resmi mendaftarkan diri sebagai salah satu kandidat presiden. AKP bersama MHP mengusung Erdogan dan menyatakan diri sebagai ‘Koalisi Rakyat’.

Baca juga: Tantangan Geopolitik dan Percepatan Pemilu Turki

Baca juga: Pemilu Turki; Peluang dan Lawan Erdogan

Sementara itu, Komisi Pemilihan Turki telah menetapkan 10 partai politik yang berhak mengikuti pemilu mendatang. Di antara partai-partai tersebut, mencuat beberapa nama yang digadang akan menantang Erdogan. Berikut profil singkat mereka:

Muharrem Ince, ia merupakan kandidat dari Partai Rakyat Republik (CHP), yang merupakan partai oposisi terbesar di Turki. Ince terkenal sebagai seorang akademisi, dan merupakan profesor fisika dan kimia.

Ince berasal dari keluarga Yunani yang kemudian hijrah ke Turki. Sejak tahun 2002, ia merupakan anggota di parlemen Turki. Melalui sejumlah pidato dan pernyataannya, dapat diketahui bahwa ia sangat menentang kebijakan-kebijakan Erdogan.

Sebagaimana pandangan partainya, Muharrem Ince mempunyai pandangan sekuler. Dalam pilpres mendatang, pria 54 tahun tersebut sangat yakin meraih kemenangan.

“Dengan izin Tuhan dan keinginan rakyat, aku akan terpilih sebagai presiden 24 Juni mendatang,” katanya dengan penuh keyakinan. Ia juga berjanji akan menjual istana kepresidenan Erdogan di Ankara, dan memperkuat hubungan dengan Yunani jika menang.

Selahattin Demirtas, adalah kandidat dari Partai Demokratik Rakyat Kurdi (HDP). Pria asli Kurdi kelahiran 1973 itu adalah seorang pengacara untuk kasus HAM di kota Diyarbakır. Sejak tahun 2007, ia terjun dan mendalami dunia politik.

Pada tahun 2010, ia dijatuhi hukuman penjara selama 10 bulan. Ia dihukum karena pidatonya tahun 2006 yang menyeru untuk lebih mengapresiasi perang tokoh Kurdi. Selain itu, Demirtas juga dikenal sebagai sosok yang lantang menyuarakan kelompok Kurdi di Turki.

Tahun November 2017 ia bersama 14 anggota HDP lainnya harus kembali masuk tahanan. Dari balik jeruji besi, ia mengirim surat yang dibacakan dalam rapat umum HDP  untuk menentukan kandidat presiden dari partai tersebut.

Dalam surat tersebut ia mengatakan, “Meskipun aku berada dalam tahanan, tapi aku yakin dapat mengemba tugas sulit ini.”

Meral Aksener, adalah politisi wanita sekaligus pendiri Partai Baik (GP/ İYİ Parti). Ia lahir tahun 1953 di Izmir, dari keluarga muslim Yunani yang hijrah ke Turki.

Aksener dikenal sebagai sosok yang menentang keras Erdogan dan pemerintahannya. Ia juga menolak dan menentang Referendum Konstitusi yang digelar 16 April 2017 lalu. Seperti diketahui, beberapa asas dasar dalam konstitusi Turki diubah dalam referendum tersebut, termasuk sistem pemerintahan dari parlementer menjadi presidensial.

Baca juga: Lebih Dekat dengan Meral Akşener, Politisi Wanita yang Disebut Pesaing Kuat Erdogan

Meral Aksener juga dijuluki sebagai wanita tangan besi layaknya Mantan PM Inggris, Margaret Thatcher. Terkait haluan ideologinya, ia juga disamakan dengan Ketua Partai Ultra-kanan Prancis, Marine Le Pen.

Temel Karamollaoglu, adalah kandidat dari Partai Saadet. Partai ini merupakan partai Islam oposisi yang didirikan pada tahuun 2001, dan merupakan partai yang pernah diketuai oleh Necmettin Erbakan.

Dogu Perincek, adalah kandidat dari Partai Muhafazakar, atau Conservative Party. Pada pemilu 2007 silam, partai ini hanya 0,9% suara saja. Perincek dikenal sebagai sosok yang sangat menentang kebijakan-kebijakan Erdogan. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Zionis Israel Tangkap Gubernur Al-Quds