Home / Berita / Internasional / Asia / Permasalahan Palestina dalam Pusaran Pemilu Turki

Permasalahan Palestina dalam Pusaran Pemilu Turki

Bendera Palestina berkibar di samping bendera AKP. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Permasalahan Palestina mendapat perhatian besar dalam pemilihan parlemen dan presiden di Turki. Pemilu akan digelar besok, Ahad (24/06), dan merupakan pemilu terpenting dalam sejarah Turki.

Pada Ahad lalu (17/06), kandidat petahana Recep Tayyip Erdogan menegaskan sikapnya terkait Palestina. Di hadapan ribuan pendukungnya di Istanbul, Erdogan mengatakan bahwa kekuatan Turki merupakan kekuatan Palestina, perlindungan terhadap Al-Quds dan Masjidil Aqsha serta terhadap hak dan keadilan.

Erdogan juga menyebut dukungan politik dan kemanusiaan Turki pada Palestina. turki juga mempersembahkan para syuhada Mavi Marmara, 10 warga Turki yang dibunuh Israel saat berusaha menembus blokade Gaza pada Mei 2010 silam.

Sikap pemerintah Turki di bawah Erdogan ini menjadi bahan kritikan para oposisi. Erdogan dituding penyebab eskalasi konflik antara Ankara dan Tel Aviv.

Para aktivis oposisi menyandingkan kesiapan mereka menghadapi pemilu dengan pengusiran duta besar Israel dari Ankara. Seperti diketahui, Dubes Israel diusir oleh pemerintah Turki setelah lebih dari 60 warga Gaza dibantai oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Anggota parlemen sekaligus Sekjen AKP Yasin Aktay menegaskan, Turki harus menghadapi serangan Israel akibat posisinya yang tegas mendukung Palestina.

Kepada Aljazeera.net, Aktay menjelaskan, Presiden Erdogan telah membicarakan sikap negaranya terkait hubungan dengan Israel. “Semuanya akan tercapai pasca pemilu,” lanjut Aktay mengutip Erdogan.

Palestina menjadi salah satu ciri kebijakan AKP. Dalam beberapa tahun terakhir mereka senantiasa bersuara tinggi mengenai dukungan pada Palestina. Sikap tersebut baru-baru ini juga diadopsi oleh Partai Rakyat Republik (CHP), pesaing utama Erdogan dan AKP.

Sejak awal masa kampanye, CHP menyebut akan membebaskan visa Turki bagi pemegang paspor Palestina. Hal itu tentu jika mereka menang dan kandidat mereka, Muharrem Ince terpilih menjadi presiden.

Namun pengamat Turki Salah Iyad menuding janji itu sengaja digulirkan untuk propaganda kampanye CHP.

Iyad menambahkan, janji tersebut bertentangan dengan janji lain CHP mengenai pengungsian di Turki. Seperti diwartakan sebelumnya, Ince berjanji akan memulangkan seluruh pengungsi Suriah ke kampung halaman mereka jika terpilih.

Perbandingan sikap terhadap Palestina dan masalah lain di Arab tampak tak realistis, imbuh Iyad. Kepekaan rakyat Turki terhadap masalah Palestina menjadikannya pembahasan menarik dalam pidato-pidato saat kampanye.

Dalam beberapa pekan terakhir, permasalahan Palestina kembali mendapat momentum di jalanan Turki.

Hal tersebut sangat mudah ditemui dalam media-media Turki yang berlomba melansir peristiwa demi peristiwa di Palestina.

Para peserta kampanye juga senantiasa mengibarkan bendera Palestina di samping bendera negara mereka. Bahkan bendera Palestina juga berkibar di rumah-rumah dan di samping ikon partai mereka. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman