Home / Berita / Internasional / Asia / Standar Ganda Eropa Sikapi Demokrasi Turki

Standar Ganda Eropa Sikapi Demokrasi Turki

Papan kampanye Erdogan. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Rakyat Turki akan memberikan suara mereka dalam pemilu paling penting pada Ahad (24/06) mendatang. “Namun media Barat mempertanyakan keberadaan demokrasi di sana, dan ini dianggap sebagai standar ganda yang tak perlu,” kata mahasiswa Turki di Universitas King’s College, Kubra Ozturk di surat kabar The Independent.

Sebagai mahasiswa internasional, Ozturk mengaku sering ditanya seperti: ‘Bagaimana perasaan Anda hidup di bawah kediktatoran?’ “Pertanyaan seperti ini sangat ironis. Aku tak paham maksudnya, hingga melihat liputan media Barat berkaitan dengan pemilu ini,” imbuhnya.

Ozturk menyebutkan, ia sangat paham keseriusan ancaman terorisme dan tantangan ekonomi global terhadap stabilitas dunia. Turki, menurutnya, masih menjadi pulau yang relatif sepi di tengah kawasan yang senantiasa diwarnai instabilitas. Namun Turki berhasil melestarikan demokrasi, dan itu harus dipuji, jelasnya.

Lebih lanjut, Ozturk mengaku terkejut dengan komentar pers Inggris terkait keputusan memajukan pemilu Turki. Disebutkannya, media di sana benar-benar meninggalkan fakta-fakta dasar yang ada di Turki.

Media Inggris menyebut pemilu Turki dipercepat atas desakan dari oposisi, dalam upaya mengatasi ‘ancaman terhadap stabilitas’ negara, terang Ozturk.

Sebaliknya, media juga menggambarkan langkah itu sebagai pukulan Erdogan bagi tampuk kekuasaan. “Untuk memanfaatkan popularitasnya dan mengantisipasi penurunan mata uang dan ekonomi Turki,” lanjut Ozturk lagi.

Ozturk mengaku, tulisannya ini bukan bermaksud untuk membela Erdogan. Namun ia hanya ingin mengungkapkan pentingnya pembangunan yang akan dicapai dengan memperkuat demokrasi di negaranya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi