Home / Berita / Internasional / Asia / Media Barat Tunjukkan Sikap anti-Erdogan

Media Barat Tunjukkan Sikap anti-Erdogan

Media Barat tunjukkan sikap anti-Erdogan. (Anadolu)
dakwatuna.com – Ankara. Media-media Barat secara terang-terangan melanggar objektivitas jurnalisme. Dalam pemberitaannya, mereka menyeru warga Turki untuk memilih selain Erdogan dalam pemilu.

Seperti diketahui, Turki akan menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada Ahad (24/06) hari ini. Erdogan, sebagai kandidat petahana, berambisi menang dalam satu putaran. Sementara oposisi melakukan segala cara agar pemilihan presiden digelar dua putaran.

Surat kabar harian Inggris, The Guardian, dalam pembuka edisi Jumat (22/06) kemarin misalnya. Mereka memuat sebuah tulisan dengan judul “Bully-boy, Erdogan adalah ancaman bagi Turki dan dunia.”

Penulis karya tersebut, Simon Tisdall, menyeru warga Turki untuk tidak memilih Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Tisdall merinci peranan Turki pada konflik Suriah, Timur Tengah dan dunia. Ia menuding Erdogan sebagai ancaman bagi kawasan regional.

Ia juga mengkritik operasi pemberantasan terorisme oleh Turki di Suriah dan Irak. Terutama operasi yang dilancarkan kepada Partai Pekerja Kurdi (PKK) – sebuah faksi yang disebut teroris oleh Uni Eropa, AS dan Turki.

Tisdall juga menyebut Erdogan membahayakan bagi Eropa dengan menjalin hubungan baik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengklaim bahwa Ankara bukan sahabat yang baik bagi AS maupun Eropa.

Lebih lanjut, Tisdall menilai hubungan Turki dan Eropa akan semakin buruk jika Erdogan kembali terpilih.

“Pemilih Turki punya kewajiban terhadap dunia, bukan hanya pada diri mereka sendiri. Usir ia (Erdogan) keluar,” kata Tisdall.

Bahasa Provokatif anti-Turki

Bukan hanya media Inggris, hal semacam itu juga ditemukan dari media-media di Amerika, Prancis, dan negara lain di kawasan Barat. Mereka juga menyeru agar pemilih Turki tidak memilih Erdogan.

Sikap seperti ini telah ditunjukkan sejak keputusan mempercepat pemilu pada April lalu. Mereka senantiasa menggunakan bahasa provokatif dengan memainkan isu risiko dan ketegangan ekonomi Turki.

Lembaga survei dan majalah keuangan Barat juga menunjukkan keinginan untuk menjadi pemain penting dalam pemilu Turki. Ini dilakukan dengan mempengaruhi basis sosiologis dan pola pikir pemilih.

Perilaku negatif seperti ini juga dapat dilihat di majalah pekanan Inggris The Economist, serta CNN Internasional dan Bloomberg. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Benarkah Erdogan Minta Bantuan Ekonomi ke Merkel? Ini Jawaban Menteri Jerman