Home / Berita / Internasional / Asia / Pemerintah Jerman Dukung Pesaing Erdogan, Benarkah?

Pemerintah Jerman Dukung Pesaing Erdogan, Benarkah?

Jutaan orang memberikan dukungannya ke AKP di Yenikapi, Istanbul. (Turk Press)
dakwatuna.com – Berlin. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki, sejauh ini masih konsisten tidak akan menggelar kampanye di Jerman. Namun di sisi lain, partai berkuasa di Turki itu menuding pemerintah Jerman melakukan intervensi dalam Pemilu Turki 24 Juni mendatang.

Menurut AKP, intervensi pemerintah Angela Merkel dilakukan dengan memberi izin kampanye kepada partai-partai oposisi Turki. Setidaknya itu yang disampaikan pejabat AKP, Mustofa Yanaroglu, dan dimuat surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Oglu menuding pemerintah Jerman melanggar larangannya sendiri terkait pemilu asing. Ia menyebut, Partai Rakyat Republik (CHP), menggelar kampanye di Jerman. Menurutnya, ini dilakukan dengan kerja sama dengan Partai Sosial Demokrat, salah satu mitra koalisi Merkel.

Selain itu, Partai Demokratik Rakyat Turki (HDP) juga disebut melakukan hal yang sama di Jerman. Bahkan HDP menggunakan struktur Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dicap teroris oleh Turki dan Jerman.

Oglu mengatakan, saat ini ada enam anggota parlemen dari HPD di Jerman untuk kampanye. Sementara pemerintah Merkel tampak membisu dengan protes yang dilayangkan AKP akibat tidak adanya persamaan ini.

Setidaknya Jerman, Austria, Belanda, dan negara Eropa lainnya melarang AKP untuk menggelar kampanye di wilayah mereka. Larangan dimaksudkan untuk menghindari ketegangan hubungan.

Beberapa waktu lalu Kemenlu Jerman merilis memo yang mengatur pelaksanaan pemilu oleh negara yang memiliki perwakilan diplomatik di Jerman.

Dalam memo disebutkan bahwa setiap pelaksanaan kampanye harus melalui izin dari pemerintah Jerman. Izin harus diajukan kepada Kemenlu Jerman minimal 10 hari sebelum digelarnya kampanye. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mantan PM Israel Ini Akui Bunuh 300 Orang Palestina dalam 3,5 Menit