Home / Berita / Internasional / Asia / Sebut Zionisme Proyek Penjajahan, Rabbi Yahudi Ini Tegaskan Yerusalem Ibu Kota Palestina

Sebut Zionisme Proyek Penjajahan, Rabbi Yahudi Ini Tegaskan Yerusalem Ibu Kota Palestina

Rabbi Yisroel Dovid Weiss. (Yenisafak)

dakwatuna.com – Istanbul. Rabbi Yahudi asal Amerika, Yisroel Dovid Weiss, menyebut Turki merupakan satu-satunya negara yang menentang Israel. Menurutnya, Presiden Erdogan terus melindungi wilayah Palestina meski ada ancaman dari Israel.

Rabbi Weiss merupakan juru bicara kelompok religius Yahud, Naturei Karta. Saat wawancara ekslusif dengan harian Yeni Safak di Istanbul, ia juga menyebut konsep Negara Israel bertentangan dengan keyakinan Yahudi.

Naturei Karta merupakan kelompok religius Yahudi yang secara resmi dibuat di Yerusalem (Al-Qus). Kelompok ini dikenal sangat menentang gerakan zionisme yang menginspirasi pembentukan negara dengan Israel.

“Kitab Taurat mengajarkan kami agar tidak membunuh, mengajarkan kami agar jujur, bekerja untuk Tuhan dimanapun kami hidup,” imbuh Rabbi Weiss. “Namun, Israel melakukan sebaliknya, dan kami tidak menerima hal itu.”

Zionisme Proyek Penjajahan

Dalam kesempatan tersebut, Rabbi Weiss kembali menegaskan sikapnya yang menolak berbagai bentuk pendudukan atau penjajahan. Ia juga menentang segala bentuk yang membahayakan banyak orang.

Rabbi mengatakan, “Zionisme, yang berasal dari konsep fasisme, tidak merepresentasikan Yahudi. Zionisme merupakan ideologi proyek penjajahan.”

“Turki adalah satu-satunya negara yang menentang entitas itu. Recep Tayyip Erdogan berusaha menjaga wilayah Palestina, tanpa memikirkan ancaman dari Israel,” imbuhnya.

Malu di Hadapan Muslim

Rabbi Weiss menggambarkan penjajahan Zionis di Palestina sebagai perang agama. Ia menekankan, hal itu merupakan bentuk penganiayaan terhadap Umat Islam.

“Kami hidup berdampingan dengan Muslim selama berabad-abad. Tidak pernah ada masalah. Ini bukan isu agama, melainkan isu politik. Yahudi sejati mampu merasakan penderitaan Warga Palestina. Kami mempermalukan diri di hadapan Muslim,” tuturnya.

Al-Quds (Yerusalem) Ibu Kota Palestina

Rabbi Weiss sejauh ini tidak pernah mengakui negara Israel. Ia mengakhiri wawancara tersebut dengan berkomentar soal keputusan Amerika untuk memindahkan Kantor Kedutaannya ke Yerusalem.

Rabbi mengatakan, “Bagaimana bisa Amerika Serikat membuka kedutaannya di Yerusalem? Yerusalem adalah ibu kota Palestina! Bagaimana mungkin ia (Yerusalem, red) menjadi milik Israel?”

“Kami minta agar mereka menahan diri. Hal itu sama dengan mengoleskan garam ke dalam luka. Negara Zionis tidak hanya menindas Arab dan Muslim, melainkan bentuk kesewenangan di seluruh dunia,” pungkasnya.

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Doa Dr. Thariq Suwaidan agar Syaikh Salman Audah Segera Dibebaskan