Home / Berita / Internasional / Netanyahu: Pengakuan Trump Salah Satu Kejadian Besar dalam Sejarah Zionisme

Netanyahu: Pengakuan Trump Salah Satu Kejadian Besar dalam Sejarah Zionisme

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Benjamin Netanyahu. (foto; Anadolu)

dakwatuna.com – PM Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis (7/12/2017) menanggapi pernyataan dan pengakuan kontroversi Presiden AS, Donald Trump. Netanyahu mengatakan, “Pengakuan Trump bahwa Al-Quds merupakan ibukota Israel merupakan salah satu kejadian besar dalam sejarah Zionisme.”

Dalam sebuah video yang disebar melalui media sosial Facebook, Netanyahu menambahkan, “Ada beberapa peristiwa besar dalam sejarah Zionisme. (Yaitu) Deklarasi Balfour, pembentukan negara (Israel), pembebasan Jerusalem, dan (yang saat ini) pernyataan dan pengakuan Trump (yaitu Al-Quds ibukota Israel, red).”

Netanyahu menambahkan, “Aku telah mengatakan kepada Trump bahwa dia akan membuat sejarah besar. Dan kemarin, ia telah mencatatkan sejarah besar itu.”

Dalam sebuah siaran televisi pada Rabu (6/12/2017), presiden AS mengumumkan pernyataan dan pengakuan bahwa Al-Quds adalah ibukota Israel. Presiden AS juga memerintahkan kepada kedutaan besar mereka agar segera melakukan persiapan untuk pindah dari Tel Aviv ke Jerusalem.

Sementara itu penduduk Palestina tetap bersikeras untuk mempertahankan kota suci Al-Quds sebagai ibukota mereka. Warga Palestina sampai saat ini tetap menahan kota suci Al-Quds dengan dukungan Masyarakat Internasional (International Community).

Negara-negara Arab, Islam, Barat, dan Lembaga Internasional telah memperingatkan AS mengenai pemindahan kedutaan besar mereka. Pemindahan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Al-Quds ini akan memancing kemarahan rakyat dari seluruh penjuru dunia. Usaha Amerika Serikat ini akan melemahkan proses perdamaian yang sudah dimulai sejak tahun 2014.

Sejarah Singkat Penjajahan Zionis

Zionis menjajah Al-Quds Timur pada tahun 1967. Kemudian pada tahun 1980 Zionis mengumumkan kembali wilayah jajahan mereka ke Al-Quds Barat yang sudah mulai diambil alih sejak 1948. Zionis menyebut bahwa Al-Quds merupakan satu-satunya ibukota mereka; sekarang dan selamanya. Semua akuisisi Zionis ini telah ditentang oleh seluruh pihak dari berbagai negara di dunia. (jamin/Anadolu/dakwatuna)

Sumber: Anadolu Ajansi

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Netanyahu: Kami Akan Lakukan Serangan Menyakitkan untuk Hamas