
Tindakan sayap militer Hamas yang menewaskan pemukim esktrim Yahudi dikecam Presiden demisioner Palestina Mahmud Abbas dan Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton. Padahal sebelumnya pemukim esktrem Yahudi dan tentara Israel berkali-kali telah membunuh warga sipil Palestina serta menyiksa tahanan bahkan menyiksa anak kecil dengan setrum, tapi tidak ada yang mengecamnya.

Brigade Izz el-Deen al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), mengaku bertanggung jawab atas operasi Hebron yang menewaskan empat pemukim Yahudi pada Selasa (31/8) malam sebagai respon terhadap kejahatan pendudukan penjajah Israel.

Sekelompok pemukim pendatang Zionis yang terdiri sekitar 10 orang, Selasa (31/8) pagi, menyerang warga Palestina dan menembak 3 orang pemuda asal Deir Estia di selatan Nablus, saat mereka sedang bekerja di lahan pertanian mereka.

Yahya Ali Udwan (15) menegaskan, pasukan Israel menangkapnya di desa Azon dan dibawah ke pemukiman yahudi Arail untuk diintrogasi. Introgator Israel memukul wajah berkali-kali. Kemudian sebuah alat setrum dijepitkan di pundaknya, kemudian introgator menyetrum anak Palestina itu dengan listrik. Sontak sekujur tubuhnya bergetar kencang karena sengatan listrik.

Pemimpin spiritual berumur 89 tahun dari Partai Shas itu Sabtu mengatakan, bahwa Abbas dan semua bangsa Palestina harus “dimusnahkan dari bumi ini,” dan bahwa “Tuhan harus melarang mereka dan orang-orang Palestina itu – memusuhi dan membenci Israel – dengan gangguan.” Ucapan ini dikecam juru bicara departemen luar negeri AS, Philip Crowley.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negosiasi langsung dengan Palestina harus didasarkan pada pengakuan Negara Israel sebagai negara untuk orang Yahudi, ia juga meyakinkan para menteri partainya bahwa keputusan untuk membekukan permukiman akan selesai tepat waktu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa berbagai rumah sakit Jalur Gaza mengalami minimnya standar kesehatan secara ilmiah lantaran harus menyingkirkan obat-obatan dan perangkat kesehatan yang telah rusak, dimana itu merupakan ancaman bahaya serius.

Dua warga sipil ditembak pada hari Sabtu pagi (28/8) oleh pasukan pendudukan Israel (IOF) di timur kota Beit Hanoun, utara Jalur Gaza, saat latihan profesi mereka di daerah yang hancur di Jalur Gaza utara.

Entitas Zionis Israel mengajukan bantuan kemanusiaan kepada Pakistan yang saat ini sedang mengalami kondisi sangat sulit akibat banjir besar yang mengakibatkan lebih dari 20 juta warga Pakistan mengungsi. Namun pihak Pakistan tidak menjawab usulan ini. Para pakar diplomatik menegaskan bahwa tidak adanya jawaban dalam jangka waktu yang lama terhadap usulan seperti ini berarti pihak yang dituju memang tidak peduli dengan usulan itu.

Perdana Menteri Palestina, Ismael Haneya menegaskan, rakyat tidak akan pernah mengizinkan perundingan yang melepaskan hak-hak nasional mereka dan tidak akan memberikan dukungan kepada perundingan seperti itu, langsung ataupun tidak.