Home / Narasi Islam / Politik

Politik

Hati-Hati dengan Ar-Ruwaibidhah

Ilustrasi. (Foto: onislam.net)

Nabi ﷺ bersabda, “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.” (HR. Ibnu Majah)

Baca selengkapnya »

Belajar (Terus) Dari Umar bin Abdul Aziz

Ilustrasi. (islamreview.ru)

Umar menasihati para pejabatnya agar selalu berhemat dalam menggunakan segalanya. Tulislah apa yang penting dan jangan banyak bicara dengan tinta-tinta itu. Ini menunjukkan bahwa Umar menghendaki birokrasi yang ringkas, sederhana, dan tidak banyak bertele-tele. Sesuatu yang sangat sering diremehkan oleh kita semua hingga kita akhirnya terbiasa dengan kemubadziran. Ketika kita telah terbisa, maka akan menjadi suatu hal yang wajar jika mungkin di esok hari kita akan meniru polah tingkah para pejabat negeri ini yang suka dengan segala sesuatu yang lebih. Nasihat Umar di atas bukan hanya untuk cerminan mereka yang tengah berkuasa, tapi juga untuk kita semua karena kita tidak akan pernah bisa menjamin seperti apa diri kita kelak

Baca selengkapnya »

Membangun Kepedulian Berpolitik

Ilustrasi. (dakwatuna.com / hdn)

Di dalam fiqh, terdapat tingkatan keilmuan seseorang dalam usahanya berijtihad. Yang paling dasar ialah 1. Muqallid, 2. Muttabi’, dan yang paling tinggi ialah 3. Mujtahid. Mujtahid banyak ragamnya. Adapun yang paling umum adalah mujtahid mazhab, dan mujtahid mutlak. Mujtahid mutlak yang paling tinggi. Dengan adanya pengetahuan derajat keilmuan seperti ini, setidaknya kita harus semakin giat menuntut ilmu, agar tingkat kelayakan kita dalam mengambil keputusan politik pun terus meningkat.

Baca selengkapnya »

Masihkah ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ Terpatri di Hati Bangsa ini?

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Sungguh, bangsa ini telah banyak berubah. Korupsi, asusila, pergaulan bebas, diskriminasi, dan segala bentuk kejahatan lainnya terjadi pada negeri ini. Andai saja sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sila yang menjadi induk di antara keempat sila lainnya itu diresapi dengan tulus oleh setiap insan di negeri ini, tentu hal-hal seperti itu tak akan marak terjadi. Karena orang yang percaya dan bertakwa kepada Tuhannya tak akan melakukan sesuatu yang merugikan orang banyak.

Baca selengkapnya »

Membangkitkan Semangat Keulamaan ke Dalam Pemikiran Politik Islam

Mohammad Natsir

Pesan perdamaian yang Islam sampaikan, harus dipahami secara baik. Pemahaman yang baik, berasal dari guru yang baik. Sehingga guru-guru yang baik pun, pastinya memiliki kapasitas keilmuan yang baik, dan track record pengamalan ilmu yang panjang. Adapun guru-guru baik tersebut, berasal dari ulama-ulama ternama yang sudah menggeluti pemikiran politik Islam secara mendalam. Jadi kita harus membiasakan diri untuk mencari sumber ilmu pengetahuan, langsung dari para ahlinya.

Baca selengkapnya »

Bagaimana Bentuk Ketaatan Kita Kepada Pemimpin?

Ilustrasi. (Foto: blogspot.com)

Kita taat bila pemimpin kita memerintahkan atau menetapkan aturan yang tidak menyebabkan kita menjauh dari Allah dan tidak membuat kita bermaksiat kepada Allah. Bila ketetapan atau perintah pemimpin kita melanggar hal ini, tentu saja kita tidak wajib menaatinya. Sikap sebagai seorang Muslim tidak sebatas sampai di situ. Kita tidak diajarkan untuk membenci saja. Tapi yang pertama sekali harus dilakukan adalah mengingatkan.

Baca selengkapnya »

Pemimpin Berjiwa Kaderisasi

Ilustrasi (inet)

Idealnya pemimpin berjiwa kaderisasi berada di tengah para kader-kadernya yang berakhlak mulia. Jika hal itu sulit diwujudkan, tidak mustahil jika kemudian akan banyak pemimpin yang tidak ingin melahirkan kader-kader terbaiknya. Di satu sisi, seorang pemimpin sangat ingin mewarisi ilmunya tetapi pada saat yang sama sang pemimpin khawatir bahwa kepemimpinannya tidak akan berlangsung lama dengan hadirnya sang pemimpin baru. Post power syndrome akan menjangkiti sang pemimpin, jika keikhlasan tidak mendarah daging dalam jiwanya. Sungguh pemimpin kaderisasi adalah pemimpin berjiwa besar yang menempatkan kadernya lebih tinggi dari dirinya sendiri.

Baca selengkapnya »

Pemimpin yang Dirindu

Ilustrasi (inet)

Sejarah telah mencatat dengan tinta emas , tentang sosok pemimpin sejati yang telah hadir di bumi ini sebagai teladan yang berarti bagi pemimpin saat ini. Sebut saja, Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Abdul Aziz. Mereka telah melaksanakan amanah dengan baik dan mempesona. Bayangkan ! Sudah berabad-abad lamanya mereka tiada namun nama dan jasanya tetap terkenang sepanjang masa sampai dunia menutup usia. Mereka telah memberikan sesuatu yang berarti bagi rakyatnya dan telah mempersebahkan kebaikan untuk agamanya.

Baca selengkapnya »