Home / Narasi Islam / Politik (halaman 2)

Politik

Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik

Dari berbagai gambaran di atas, semakin jelas bahwa perpaduan antara Islam dan politik adalah satu kebutuhan dan keniscayaan. Islam akan mengidealisasikan politik melalui internalisasi nilai-nilai ideal berpolitik pada diri para politisi, sementara politik akan membumikan nilai-nilai Islam dan memberdayakan umatnya melalui revitalisasi kesadaran politik yang dibingkai oleh nilai-nilai ideal. Dengan seperti itu akan lahir sikap politik yang luhur demi menghadirkan kebahagiaan bagi segenap warga bangsa ini.

Baca selengkapnya »

Agama, Politik, dan Partisipasi

Politik menempati kedudukan yang mulia dalam agama apapun, terutama Islam. Oleh sebab itu tujuan politik begitu mulia. Bahkan kerja-kerja politik adalah kerja-kerja para Nabi kita. Mereka berpolitik guna menciptakan keadilan yang hakiki di bumi. Imam Ghazali menyebut para pemegang kekuasaan ini sebagai orang yang mendapat nikmat yang besar. Tidak ada nikmat yang diberikan oleh Allah melebihi kenikmatan memegang kekuasaan.

Baca selengkapnya »

Wajah Hakiki Peradaban Madani, Manifestasi Nilai Ketuhanan dalam Demokrasi Pancasila

Pada dasarnya semua agama menghendaki hukum Tuhan untuk diimplementasikan dalam sistem kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi suatu keniscayaan yang mutlak karena tidak ada satu agama pun yang menghendaki adanya kehancuran bagi umatnya. Inilah peranan Pancasila dirumuskan oleh generasi awal bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Baca selengkapnya »

Pemaknaan Pluralis Ketuhanan Maha Esa Dalam Pancasila

Teolog Jerman Olaf Schumann memberika penafsiran terhadap sila Ketuhanan Yang Maha Esa, “Istilah “ketuhanan” merupakan istilah yang sangat abstrak; bukan “Tuhan” melainkan “ketuhanan”, suatu prinsip mengenai Tuhan, tetapi bukan Tuhan itu sendiri. Oleh karena itu, ia pun sangat sulit diterjemahkan ke dalam bahasa asing... Jadi, dengan rumusan sila ketuhanan diberikan ruangan luas yang sekaligus dilindungi oleh negara agar agama-agama yang diakui dapat menguraikan dan mengembangkan pemahaman mereka masing-masing mengenai Tuhan itu.”

Baca selengkapnya »

Konflik Peradaban dan Kebijakan Politik Barat

Di Indonesia, gerakan liberalisasi pemikiran Islam terasa sangat intens dan serius. Penyebaran wacana-wacana tentang Islam dan pemikiran keislaman yang terdengar “aneh” di telinga para ulama dan cendekiawan Muslim ini dilakukan melalui media surat kabar, majalah, media elektronik baik radio maupun televisi, dan penerbitan buku-buku.

Baca selengkapnya »

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Pancasila sebagai buah perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan begitu diagungkan layaknya barang keramat. Hal ini wajar, karena Pancasila merupakan hasil keringat dan cucuran darah para pejuang bangsa Indonesia selama tiga setengah abad hingga akhirnya diberikan karunia Allah berupa kemerdekaan dan terbebas dari imperialisme Barat. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang berusaha menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup menggantikan agama. Agama ingin disisihkan oleh Pancasila, bukannya memberi landasan dan mewarnai Pancasila. Tak ayal, Pancasila pun ingin menggantikan Islam, bukannya Islam yang melandasi Pancasila. Padahal, kata-kata kunci dalam Pancasila seperti “Ketuhanan Yang Maha Esa”, “adil dan beradab”, dan “hikmat” adalah istilah-istilah yang sangat bernuansa Islam.

Baca selengkapnya »

Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin karismatik memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap kekuasaan, rasa percaya diri, serta keyakinan terhadap cita-citanya. Sebuah kebutuhan terhadap kekuatan motivasi pemimpin karismatik untu mempengaruhi para pengikut. Rasa percaya diri dan pendirian yang kuat meningkatkan kepercayaan para pengikut terhadap berbagai pertimbangan dan pendapat pemimpinnya tersebut. Seorang pemimpin dengan pola ciri seperti di atas memiliki kemungkinan lebih besar dalam mencapai keberhasilan dalam mempengaruhi bawahan.

Baca selengkapnya »

Belajar Memaafkan

Begitulah, sikap kebesaran hati dan memaafkan yang dapat membopong kita pada kemenangan dan cukup sebagai pelajaran, segala perlakuan yang pernah seseorang lakukan kepada kita, supaya kita tahu rasanya sakit sehingga membuat kita lebih tahu-menahu dan menyadari betapa jangan sampai orang lain mengalami hal yang sama menyakitkannya seperti kita. "Namun kita mudah memaafkan jika kita sadar bahwa memaafkan jauh memberikan manfaat daripada dendam. Ketenangan diraih bukan dengan balas dendam tetapi memaafkan"-Rahmat Mr. Power.

Baca selengkapnya »
Organization