Home / Narasi Islam / Khutbah / Khutbah Idul Adha

Khutbah Idul Adha

Khutbah Idul Adha 1435 H: Generasi Idaman, Teguh Dalam Kebenaran dan Waspada Godaan Setan

Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Kompleks Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, JUmat (26/10/2012). (TRIBUNNEWS.COM/IMANUEL NICOLAS MANAFE)

“Janganlah kamu menjadi orang yang ikut-ikutan. Kamu berprinsip kalau orang lain baik, kami pun akan berbuat baik dan kalau mereka berbuat zalim, kami pun akan berbuat zalim. Tetapi teguhkanlah dirimu dengan berprinsip, kalau orang lain berbuat kebaikan maka berbuatlah kebaikan pula dan kalau orang lain berbuat kejahatan maka janganlah kamu turut melakukannya.” (HR. Tirmidzi).

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1434 H: Totalitas Dalam Ketaatan Jalan Menuju Kesuksesan

Ilustrasi. (inet)

Totalitas perjuangan dan kesempurnaan ketaatan membuat Ibrahim Khalilullah tak peduli berapapun harga yang harus dibayar, meski harus meninggalkan negeri tempat beliau dilahirkan, Babilonia, Irak. Pada awalnya beliau berdakwah di dalam keluarganya, mengajak ayahnya dengan adab dan tata karma agar menjauhi ibadah yang tidak sesuai dengan kebersihan fitrah dan akal sehat, meski beliau harus menerima umpatan kasar dan kata-kata keji.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1434 H: Belajar Taqwa Dari Keluarga Ibrahim AS Perbaikan Diri Menuju Kejayaan Umat

Ilustrasi. (inet)

Marilah kita bangkit membebaskan diri kita dari keserakahan dan kebakhilan, kesedihan dan ketakutan, kelemahan dan ketidakberdayaan, egoisme dan perpecahan. Marilah kita bangkit dengan semangat kerja keras dan pengorbanan tanpa henti, melupakan masalah-masalah kecil dan memikirkan serta merebut peluang-peluang besar bagi kejayaan umat dan bangsa kita.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1433 H: Aktualisasi Semangat Berqurban Dalam Kehidupan

Ilustrasi - Penyembelihan binatan qurban (picasaweb/PKS Sukahati-Cibinong)

Ibadah qurban mendidik setiap muslim untuk memaknai bahwa ibadah yang dilakukan kepada Allah haruslah disertai dengan sikap rela berkorban (tadhhiyyah). Dengan sikap tersebut, seorang muslim tentu akan mengerahkan seluruh potensi dan kemampuan yang dimilikinya dalam merealisasikan ibadah-ibadahnya, tidak sebagaimana orang-orang munafik yang beribadah dengan penuh rasa malas dan lesu.

Baca selengkapnya »

Khutbah Idul Adha 1433 H: Memilih Pemimpin Memilih Masa Depan: Antara Pengorbanan Rakyat dan Kelakuan Pemimpin

Ilustrasi. (inet)

Masyarakat merindukan pemimpin yang berjiwa negarawan. Pemimpin aspiratif yang peka terhadap kondisi dan kebutuhan rakyat. Figur yang terampil membina hubungan dengan masyarakat seperti dicontohkan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Sosok bersahaja yang memandang dan memperlakukan rakyat sebagai sahabat, tidak elitis dan meremehkan karena menganggap rakyat sebagai bawahan.

Baca selengkapnya »