Topic Archives: Kehidupan

Menjadi Bijak di Bumi Allah, Hitam atau Putih

Manusia adalah khalifah, sepantasnya menunaikan kewajiban dalam memelihara harga berhargaNya, alam semesta. Masa depan dari bibit-bibit unggul nantinya ditentukan dari keberadaan manusia-manusia sekarang ini. Sehat, sakit atau hilang, seyogyanya gambaran dari ulah manusia pagi ini. Hingga senja nanti, tanpa terdiferensiasi, hitam atau putih akan datang teramat jelas. Berapa kali lagi, masa akan menangis. Entah kita tak tahu itu.

Baca selengkapnya »

Hidupmu untuk Apa?

Esensi hidup manusia ialah untuk beribadah, tidak cukup hanya dengan berdoa saja. Segala aktivitas hariannya haruslah diniatkan untuk beribadah, sesuai firman Allah Azza Wa Jalla: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56). Jadi, Allah tidaklah melepas hamba-Nya hidup dengan semaunya dan seenaknya tanpa aturan, tanpa batasan, tanpa hukuman. Sering terdengar slogan “kreativitas tanpa batas” digaungkan oleh generasi muda abad ini yang haus akan wadah untuk berekspresi dan berkreasi, namun karena tidak adanya batasan dan aturan, maka terjadilah apa yang terjadi pada pemuda-pemudi nyungsep masa kini, “You Only Life Once, so break the wall and have fun!” begitulah kira-kira prinsip hidup sebagian dari mereka.

Baca selengkapnya »

Dunia Dikejar, Akhirat Ditinggal

Sungguh merugilah mereka para budak dunia. Sudah berapa banyak buku motivasi dan motivator di televisi yang sudah kita teladani? Sudah berapa banyak seminar pengembangan diri yang diikuti? Adakah perubahan dalam diri ini? Bila cita-cita ingin menjadi orang kaya, contohlah para sahabat Nabi yang dengan itu dunia dibuat tunduk di atas keimanan dan ketaatan kepada Dzat pemilik seluruh kekayaan. Sungguh, akhirat adalah tempat pulang terbaik, yang di dalamnya terdapat surga yang sudah rindu untuk dihuni dan dinikmati bagi orang-orang yang bertakwa dan bersabar.

Baca selengkapnya »

Indahnya Hidup dalam Panduan Allah

Sementara dalam perjalanan keseharian kita, kadangkala kita punya waktu yang panjang ternyata pekerjaan yang sederhana saja tidak selesai. Sebaliknya kadang kita punya waktu yang sempit, tetapi ternyata kita bisa melakukan pekerjaan yang besar. Realitas ini mengingatkan kita bukan waktu semata yang membuat kita mampu melaksanakan satu pekerjaan. Ada faktor yang lebih penting lagi, yaitu bimbingan dan panduan dari Allah SWT yang menjadikan waktu kita menjadi produktif dan bernilai. Ketika Allah membimbing urusan kita, maka begitu mudah rencana kita dapat direalisasikan. Ketika Allah meninggalkan urusan kita, hal yang sederhana yang sudah di depan mata menjadi sangat sulit dan rumit.

Baca selengkapnya »

Apapun yang Terjadi, Nikmatilah

Menikmati hidup saat kemudahan datang menghampiri memang mudah, namun ada hal yang selalu luput dari perhatian kita. Mensyukurinya, karena salah satu bagian dari menikmati hidup ialah bersyukur. Jika kita bersyukur kelak nikmat itu pun akan ditambah oleh Allah. Sesuai dengan firman-Nya, “…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim : 7)

Baca selengkapnya »

Dunia Sangat Menakjubkan, Tetapi Ada yang Lebih Lagi…

Mungkin mirip seseorang yang sedang merasakan nikmatnya makan cireng isi. Pada saat seseorang memakan kulit bagian luar cireng, maka ia akan merasakan nikmatnya makanan tersebut. Akan tetapi si penjual menambahkan daging dalam cireng tersebut yang rasanya jauh lebih enak dari kulit cireng tersebut. Kalau seseorang berhenti dan merasa puas dengan kulitnya maka ia mendapatkan kulit cireng tersebut tanpa mendapatkan dagingnya, tetapi jika ia tahu bahwa di bagian dalam cireng ada yang rasanya lebih enak dari kulit tersebut maka ia akan terus memakan cireng hingga menemukan isinya. Begitulah kehidupan dunia dan akhirat. Ada yang saat merasakan kulit nikmat Allah berupa dunia, kemudian ia merasa cukup dan tidak tertarik untuk mengejar nikmat akhirat. Tetapi bagi mereka yang hatinya tertambat sampai kepada nikmat akhirat, kenikmatan dunia tidak melenakan mereka dari akhirat.

Baca selengkapnya »

Muhasabah Diri, Memantapkan Hidup

Kita senantiasa bersyukur, ada orang di sekitar kita secara sukarela selalu mengingatkan kita. Sehingga segala kekhilafan menjadi bermakna dan memiliki nilai tambah yang bermanfaat untuk kehidupan kita. Atau kita lebih suka menjadikan khilaf sebagai bencana? Itu adalah pilihan kita sendiri. Marilah kita bijak untuk menyikapi keadaan.

Baca selengkapnya »

Kolaborasi Sosial untuk Anak Luar Batang

Melihat kondisi 4000 jiwa warga yang terlantar akibat penggusuran ini, terutama anak-anak, para santri dan santriwati dari Yayasan Indonesia datang langsung melihat, merasakan dan menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak Luar Batang, Jakarta Utara, pada 15 April 2016 lalu. Berkolaborasi bersama Gerakan Sedekah Rombongan dan Forum Zakat (FOZ) wilayah Jakarta Raya, tiga lembaga sosial ini bersatu untuk mengembalikan pulusan senyum anak Luar Batang. Anak - anak korban penggusuran diajak bermain, dan bersenang-senang membuat mereka lupa dengan rubuhnya rumah mereka, walau mungkin hanya sebentar.

Baca selengkapnya »

Manusia Butuh Masalah

Makanya orang-orang sudah keseringan menghadapi masalah selalu tenang menghadapinya karena begitu sadar bahwa masalah adalah cara meningkat level kehidupan lebih baik lagi. Untuk hadapi lah masalah dengan hati yang jernih dan berpikir positif. Sehingga apapun masalah melanda tak pernah mengerutu dan menyalahi orang lain. Tidak semua orang bisa bersikap seperti itu dan yang bisa menghadapi masalah dengan ketanangan nan penuh bijak adalah mereka-mereka yang sudah mempunyai kedekatan diri padaNya dan mereka yang selalu menceritakan masalahnya hanya pada Allah tak ada kecuali itu.

Baca selengkapnya »
Organization