Figure Archives: Muhammad Al-Fatih

Terlahir Kembali

Yunita masih di tempat tidur, terus memikirkan mimpinya. Apakah itu efek dari buku filsafat yang ia baca semalam dengan terus memaksakan diri? Akhirnya ia jadi memimpikan para filsuf yang saling berdebat mencoba memecahkan masalah pribadinya. Tapi para filsuf mimpi tetap tak bisa memberikan solusi apapun. Tak satu suarapun yang bermakna, semuanya hanya seperti dengung lebah yang terpantul dari dinding ruangan luas itu.

Baca selengkapnya »

Masjid Ramah Anak

Agar mereka tertib dan tidak ramai di masjid mungkin kita bisa mengupayakan solusinya. Pertama, sediakan arena bermain untuk anak. Di beberapa masjid sudah melakukannya. Memberikan akses bermain untuk anak. Ada kolam bola, perosotan, atau balon pada sudut masjid. Bahkan ada masjid yang menyediakan minum gratis atau pampers gratis. Pelayanan yang keren sekali. Kedua, pembinaan oleh orang tua. Di rumah orang tua memberikan penanaman nilai tentang adab-adab di masjid. Di antaranya tenang, tidak membuat gaduh atau mengganggu orang shalat. Ketiga, manajemen shaf. Anak-anak diberikan shaf di antara orang dewasa agar dapat mengawasi dan mendisiplinkan mereka. Tentu mereka tidak mau ribut jika ada orang tua di dekatnya. Keempat, pengurus masjid senantiasa tidak bosan memberikan imbauan kepada jamaah masjid. Nasehat yang berulang-ulang diharapkan dapat dimengerti, dipahami dan diterapkan.

Baca selengkapnya »

Pemuda dan Kejayaan Islam

Tidak ada yang mampu menaklukkan muslim selama Al-Quran masih di dalam hati mereka. Sungguh miris. Mereka pun menjadikan media (jurnalis) dan politik sebagai wadah untuk menghilangkan sedikit demi sedikit nilai Islam. Dari mengubah pola pikir melalui media. Serta memasuki wilayah birokrasi melalui politik. Hingga akhirnya runtuhlah kekhalifahan Utsmani di tahun 1924.

Baca selengkapnya »

“Waa Islaamaah”, Buah Kepemimpinan Shalih Saifuddin Quthuz dan Erdogan

"Rakyat diminta turun ke jalan dan menghadang kudeta." Sekitar 10 menit setelah pidato kenegaraan sang presiden, jutaan rakyat Turki dengan militansi dan loyalitasnya turun ke jalanan untuk menghadang upaya kudeta. Sebuah tindakan yang patut diapresiasi. Bagaimana tidak, mereka diminta turun ketika mereka mau merebahkan badannya ke peraduan tepat pertengahan malam. Seolah-olah mereka berpikir, ‘biarlah tidak tidur semalam, daripada tunduk dan terhina selama bertahun-tahun.

Baca selengkapnya »

Pesona Jejak Kejayaan Islam di Negeri 1000 Masjid

Turki sering disebut sebagai “Negeri 1000 Masjid” karena di sepanjang jalan kita dapat menemukan banyak masjid-masjid dengan bentuk bangunannya yang khas. Dindingnya sekilas terlihat menyerupai sebuah benteng. Bangunannya menjulang tinggi dengan kubah-kubah dan menaranya. Dengan melihat jumlah menaranya, kita dapat mengetahui siapa donatur terbesar dari pembangunan masjid tersebut. Biasanya jika terdapat dua menara, artinya masjid tersebut dibangun oleh masyarakat setempat. Jika terdapat tiga, empat atau lebih biasanya dibangun oleh keluarga raja atau raja itu sendiri.

Baca selengkapnya »

Path Story

Zaman semakin mengekang, dan engkau kan merasa kerasnya bebatuan, cadas nan tajam. Semakin sulit berpegang pada prinsip kebenaran, karena mereka ingin Imanmu padam. Lalu engkau kan merasa panasnya bara api di tangan lalu kau genggam. Mereka akan terus mengungkit masa-masa kelam. Sampai-sampai membuatmu naik pitam. Tetapi jangan menyerah, jaga Ia, semai dengan tazkirah tak temaram. Teguhlah, bila perlu gigit Ia dengan gigi geraham.

Baca selengkapnya »

Wahai Pemuda!

Engkau akan mendapati pemuda yang mudah tersulut emosinya karena fanatisme yang berlebihan, mungkin fanatisme terhadap daerah asalnya? Terhadap jurusannya? Terhadap organisasinya? Hal ini memang wajar terjadi, sebagai wadah aktualisasi eksistensi pemuda, tetapi hal ini akan menjadi kurang baik bila fanatisme tersebut justru membuat kita untuk berpecah belah dan mudah tersulut konflik apalagi sampai pada taraf anarkisme dan merugikan orang lain.

Baca selengkapnya »