Topic
Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Di Balik yang Tampak (Men Behind Great Man)

Di Balik yang Tampak (Men Behind Great Man)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Hari ini, kita disuguhkan dengan serangkaian informasi yang hilir mudik memenuhi otak kita. Kecanggihan teknologi informasi seperti dua sisi mata uang. Media sosial di antara trend teknologi informasi tersebut. Melalui media sosial, kita akan mengenal orang-orang yang sebelumnya tak kita tahu. Melalui media sosial, seseorang akan dikenal oleh khalayak ramai karena kepandaian orang tersebut untuk mengolah informasi yang terus bermunculan. Banyak orang yang awalnya biasa-biasa saja kemudian mendadak menjadi terkenal hanya bermodal publikasi di media sosial.

Di antara pengaruh teknologi informasi kepada kehidupan kita hari ini adalah akses mudah dalam mendapatkan informasi, baik yang positif pun sebaliknya, negatif. Kini, semangat belajar dan mendalami Islam menjalar kemana-mana. Sebagian dari mereka kini mengenal kembali dengan tokoh hebat yang di usia muda berhasil menaklukan Konstantinopel. Sebagian dari mereka kini tak asing dengan nama Shalahuddin Al-Ayyubi sang pembebas Palestina.

Tapi ada hal menarik yang harusnya mengusik diri kita. Siapakah guru dari Muhammad Al Fatih? Siapakah guru dari Shalahuddin Al Ayyubi? Siapakah guru yang melaluinya melahirkan orang-orang besar dalam peradaban itu?

Aaq Syamsuddin adalah salah satunya? Kita baru sekarang mendengar nama tersebut bukan? Dialah guru dari pemimpin terbaik, Muhammad Al Fatih.

Siapakah guru dari Shalahuddin Al Ayyubi? Kalian cari tahu sendiri.

Inilah pelajaran besarnya. Bahwa seringkali kita fokus kepada kemilau orang-orang besar itu, dan melupakan siapa yang berperan besar membuatnya menjadi kemilau.

Kita seringkali fokus pada tokoh besar yang dikenal banyak orang itu, tanpa pernah mau tahu siapa yang berperan mendidiknya menjadi “seseorang”.

Kita seringkali keliru dalam cara kita mempersepsikan mengenai tokoh besar, orang terkenal dst. Bahwa mereka harus diliput media, dikenal orang-orang dan punya karya serta koneksi orang yang luas. Tidak! Kita seringkali terlalu fokus pada apa yang nampak benderang dan sering lupa pada apa yang ada di balik bayang-bayang. Di balik apa yang nampak.

Mari bercermin pada guru Shalahuddin Al Ayyubi dan Muhammad Al Fatih. Mereka tidak dikenal oleh banyak orang, tapi karyanya jauh luar biasa. Lahirnya generasi sekelas Shalahuddin Al Ayyubi dan Muhammad Al Fatih. Ada sosok besar dibalik orang-orang besar itu.

Disinilah peran besar pendidik, para murabbi. Boleh jadi dia tidak dikenal banyak orang.  Tapi hasil didikannya jauh lebih dikenal khalayak dan menjadi cahaya bagi masa-masa suram dan gulita dunia. Biarlah para pendidik itu sepi bersama nyanyian kodok di sudut desa, sedangkan muridnya gemerlap bercahaya, diundang sana-sini, datang ke berbagai tempat dan kota. Sebab disitulah keberhasilan sang guru dalam proses pendidikannya.

Wahai para pendidik, murabbi, beruntunglah dikau! Karena kau bukan hanya mencetak lembaran-lembaran kertas yang masuk ke dompetmu. Tapi juga  mencetak generasi.

Generasi apa yang ingin kita cetak, di antara kunci nya adalah guru, pendidik. Karena mendidik adalah investasi jangka panjang, maka dibutuhkan nafas juang yang panjang dan kesabaran yang terus menerus dalam mendidik.

Ishbiru wa shaabiruu. (dakwatuna.com/hdn)

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Muhammad Irawan Shobirin
Alumni Sastra Arab FIB Unpad. Founder LCA (Lingkar Calon Ayah). Mujahid Pendidikan di Kuttab Al Fatih Bandung

Lihat Juga

Halaqah dan Solusi Hijrah

Figure
Organization