Topic
Home / Berita / Internasional / Amerika / Tiga Sosok Ini Penyebab Bungkamnya Amerika Serikat Terhadap Kematian Mursi

Tiga Sosok Ini Penyebab Bungkamnya Amerika Serikat Terhadap Kematian Mursi

Presiden Mesir terpilih, Muhammad Mursi. (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Washington. Amerika Serikat bungkam seribu bahasa atas kematian Presiden Terkudeta Mesir Muhammad Mursi awal pekan lalu.

Sebagai negara penjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia, Gedung Putih justru tidak mengeluarkan pernyataan resmi sedikitpun menanggapi berpulangnya Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis itu.

Para pemburu berita mencoba untuk mengulik tanggapan dari Juru Bicara Departemen Luar Negeri Paman Sam, Morgan Ortagus. “Kami tidak punya komentar apapun atas kematian Muhammad Mursi,” jawabnya.

Patut diduga, bungkamnya Washington ini sejalan dengan kajian internal pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memasukkan Kelompok Ikhwanul Muslimin ke dalam daftar teroris yang sekarang masih berlangsung.

Dilansir dari Aljazeera, Sabtu (22/06/2019), kebungkaman Amerika Serikat ini dapat dipahami mengingat adanya tiga tokoh yang berada dalam pemerintahan saat ini. Mereka adalah:

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Financial Express)

Donald Trump

Sejak memutuskan untuk maju menjadi Calon Presiden AS tahun 2016 silam, Trump acap kali menunjukkan sikap permusuhannya kepada Ikhwanul Muslimin.

Trump juga dikenal mendukung serta membela rezim pemerintahan Presiden Abdul Fattah Al-Sisi dalam permusuhannya terhadap Ikhwan.

Dalam satu pidato di hadapan kader dan pendukung Partai Republik, Trump pernah menyampaikan, “Mesir sedang dalam cengkeraman radikalis Ikhwan, dan hal itu memaksa militer mengambil alih kekuasaan secara paksa.”

Tak cukup sampai situ, Trump juga pernah mengecam Presiden Barack Obama dan Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan menyebut keduanya menyebarkan kehancuran di Timur Tengah. Ini merujuk pada tuduhan kedua sosok itu membiarkan penggulingan Mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, yang menyebabkan Ikhwan berkuasa melalui Mursi.

Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo. (Aljazeera)

Mike Pompeo

Menteri Luar Negeri Amerika ini mempunyai rekam jejak yang sangat memusuhi Ikhwan sejak ia masih duduk sebagai Senator untuk negara bagian Kansas.

Saat itu, Pompeo pernah menyerukan agar ada kewaspadaan terhadap aktivitas Ikhwan di Amerika. Bahkan ia terlibat dalam rancangan undang-undang yang memasukkan Ikhwan sebagai salah satu organisasi teroris asing.

Saat ini, Pompeo menjadi salah satu pelobi penting untuk menggolongkan Ikhwan sebagai kelompok teroris.

Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton. (Aljazeera)

John Bolton

Perjalanan karir Bolton baik sebagai Penasihat Keamanan Nasional maupun sebelumnya, dipenuhi dengan permusuhan terhadap politik Islam di seluruh dunia. Ia juga sangat antipati terhadap pemilihan umum bebas yang membuat kekuatan politik Islam memiliki peluang untuk berkuasa.

Sebelumnya, Bolton adalah seorang Direktur Institut Gatestone, sebuah pusat penelitian yang secara rutin merilis artikel dan kajian yang mempromosikan gagasan bahwa negara-negara Barat sedang terislamisasi.

Ia juga secara tegas mendukung dan mendorong agar Amerika segera mengesahkan undang-undang yang menyebut Ikhwan sebagai kelompok teroris.

Presiden Muhammad Mursi meninggal saat menjalani persidangan untuk kasus spionase dan pembocoran informasi rahasia negara. (mil/dakwatuna.com)

Redaktur: M Ailan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

M Ailan
Become a good journalist...!

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization