Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Lembaga HAM Sebut Rezim Mesir Bertanggung Jawab Atas Kematian Presiden Mursi

Lembaga HAM Sebut Rezim Mesir Bertanggung Jawab Atas Kematian Presiden Mursi

Presiden Muhammad Mursi (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Kairo. Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia (HRW) bereaksi keras atas kabar meninggalnya Mantan Presiden Mesir  Muhammad Mursi.

Direktur Eksekutif HRW untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Sarah Leah Whitson mengatakan, kematian Morsi adalah bentuk kegagalan rezim berkuasa Mesir saat ini dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak.

“(Kematian Morsi) mengerikan, tetapi sepenuhnya dapat diprediksi mengingat pemerintah (Mesir) gagal memberinya perawatan medis memadai,” tulis Whitson di Twitter sesaat lalu, Senin (17/06/2019).

Selain masalah perawatan kesehatan yang buruk, Whitson juga menyoroti kebijakan pemerintah Mesir yang melarang anggota keluarga untuk membesuk Morsi dalam tahanan.

Lebih lanjut, Whitson kembali mengingatkan soal laporan pihaknya terkait kondisi kesehatan Morsi selama dalam tahanan. Dalam laporan itu, diungkap kondisi ruang tahanan Morsi yang jauh dari kelayakan, kejam dan tidak manusiawi.

“Inilah yang kami katakan dua tahun lalu tentang penjara Presiden Mesir Morsi, berupa kurungan isolasi, tidak ada kunjungan keluarga dan perawatan medis,” sebut Whitson.

Mantan Presiden Mesir Mohammed Morsi meninggal dunia saat menjalani persidangan di Pengadilan Kriminal Kairo, Senin 17 Juni 2019.

Menurut keterangan yang dihimpun, ia sempat menjalani persidangan selama 20 menit, sebelum kemudian pingsan dan dilarikan ke rumah sakit yang menjadi tempatnya menghembuskan nafas terakhir.

Mohammed Morsi adalah Presiden Mesir pertama yang terpilih melalui pemilihan yang demokratis. Ia digulingkan secara militer pada pertengahan 2013 silam, yang kemudian membuatnya menjadi pesakitan di ruang tahanan. (whc/dakwatuna.com)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 2,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization