Topic
Home / Berita / Internasional / Afrika / Rezim Mesir Langgar Tradisi Saat Makamkan Mursi

Rezim Mesir Langgar Tradisi Saat Makamkan Mursi

Lokasi sekitar pemakaman Mursi. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Kairo. Putra Presiden Muhammad Mursi, Ahmad Mursi menyebut ayahnya dimakamkan saat fajar bersama tokoh-tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Melalui unggahannya di Facebook, Ahmad menjelaskan ayahnya dimakamkan di Nasr City, Kairo. Hal itu dilakukan setelah piham pemerintah tidak memberi izin Mursi dimakamkan di tanah kelahirannya, Sharqiya.

Pemakaman Mursi, lanjut Ahmad, hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja,

“Kami memandikan jasad tubuh mulianya di rumah sakit penjara Taro, menyalatkannya di masjid penjara. Ia dimakamkan di pemakaman bersama pimpinan spiritual Ikhwanul Muslimin,” tulis Ahmad, seperti dikutip dari Aljazeera, Rabu (19/06/2019).

Pengacara Mursi, Abdel Moneim Abdel Maksoud, membenarkan mendiang kliennya itu dimakamkan di pemakaman Al Wafaa wal Amal, Selasa (18/06/2019), pagi waktu setempat.

Diketahui, Mursi menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani sesi persidangan pada Senin (17/06/2019). Menurut keterangan, ia sempat mengikuti sidang selama 20 menit, sebelum kemudian pingsan dan meninggal dunia.

Penasehat Kebijakan Luar Negeri di Institut Eropa untuk Hukum Internasional dan Hubungan Internasional, Mahmoud Refaat menilai, pemakaman Mursi bertentangan dengan tradisi Mesir.

“Dalam tradisi Mesir, yang dianggap sangat sakral, kami menguburkan mayat di siang hari, baik setelah shalat subuh, shalat zuhur di siang hari atau setelah shalat asar di sore hari,” kata Refaat di Twitter.

“Memaksa keluarga Mursi untuk menguburnya di tengah malam dengan hanya dua putranya yang hadir, dan tanpa istrinya, hanya menegaskan bahwa (otoritas) Mesir tidak memiliki rasa hormat,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

7 Manfaat Traveling saat Libur Kuliah Bareng Teman-Teman

Figure
Organization