Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu Iran Mundur, Begini Respons Israel dan Amerika Serikat

Menlu Iran Mundur, Begini Respons Israel dan Amerika Serikat

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif. (Aljazeera)

dakwatuna.com – Tel Aviv. Pengunduran diri Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javad Zarif menjadi sorotan banyak pihak, tak terkecuali Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dalam komentarnya, Perdana Menteri Iran Benyamin Netanyahu menyampaikan ucapan selamat atas pengunduran diri Zarif tersebut.

“Menanggapi pengunduran diri menteri luar negeri Iran Zarif: Zarif pergi, baguslah. Selama saya di sini, Iran tidak akan pernah memiliki persenjataan nuklir,” tulis Netanyahu di akun Twitter pribadinya, seperti dikutip dari Sputnik Arabic, Selasa (26/02/2019).

Sementara itu, Menlu AS Mike Pompeo tak ketinggalan dalam menanggapi pengunduran diri Zarif. Menurutnya, sosok diplomat nomor satu Iran itu tak ubahnya sebagai seorang mafia.

Kami mencatat pengunduran diri Zarif. Kami akan melihat apakah itu tetap. Dia dan Hassan Rouhani (Presiden Iran, red) hanyalah orang-orang terdepan dari mafia agama yang korup,” tulis Pompeo di Twitter.

“Kita tahu Khameini (Pemimpin Tertinggi Iran, red) membuat semua keputusan akhir. Kebijakan kami tidak berubah — rezim (Iran) harus berperilaku seperti negara normal dan menghormati rakyatnya,” imbuh Pompeo.

Diwartakan sebelumnya, Mohamad Javad Zarif secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan diplomat nomor satu di Iran. Pengumuman itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadi miliknya.

“Bertepatan dengan hari kelahiran Fatimah al-Zahra, dan Hari Ibu di Iran, saya berterima kasih kepada rakyat dan para pejabat Iran yang mulia dan pemberani selama 67 bulan belakangan. Saya minta maaf karena tidak dapat melanjutkan pengabdian, serta seluruh kelalaian selama mengabdi,” tulisnya, Senin, 25 Februari 2019. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization