Home / Berita / Internasional / Asia / Iran Serang Twitter karena Hapus Akun Pro-Pemerintah

Iran Serang Twitter karena Hapus Akun Pro-Pemerintah

Menlu Iran Muhamad Javad Zarif. (Yeni Safak)
dakwatuna.com – Teheran. Iran menuding Twitter menghapus akun-akun “nyata” yang pro-pemerintah, dan membiarkan bot anti-pemerintah yang dikendalikan AS dan Israel terus aktif.

Facebook dan Twitter secara bersamaan menghapus ratusan akun yang terkait dengan dugaan operasi propaganda Iran bulan lalu.

Namun dalam cuitannya pada Ahad (16/09), Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mempertanyakan keputusan Twitter yang tidak memblokir “bot yang mendukung propaganda ‘penggulingan rezim’ yang disponsori dari DC”.

“Halo @Jack. Twitter telah menutup akun orang Iran asli, [termasuk] presenter TV & siswa, karena dianggap menjadi bagian dari ‘pengaruh operasi’, kata Zariv di Twitter seraya menyebut nama CEO Twitter Jack Dorsey.

“Bagaimana dengan melihat bot yang sebenarnya di [ibu kota Albania] Tirana digunakan untuk menopang propaganda ‘perubahan rezim’ yang dimuntahkan dari DC? #YouAreBots.”

Twitter menolak berkomentar ketika dihubungi oleh kantor berita Reuters di AS.
Iran, sementara itu, sering memblokir Twitter dan platform media sosial lainnya karena kekhawatiran atas keamanan nasional.

Pada bulan April, pemerintah mengumumkan rencananya untuk memblokir Telegram secara permanen. Aplikasi ini termasuk paling populer di negara itu karena memiliki sekitar 40 juta pengguna.

Media Iran menuduh Israel, Arab Saudi, dan kelompok-kelompok oposisi yang diasingkan, termasuk Mujahidin-e Khalq (MEK), yang memiliki beberapa anggota yang berbasis di Albania, berada di belakang kampanye media sosial menyerukan perubahan rezim di Teheran.

Awal bulan ini, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuduh AS dan Israel melancarkan perang media untuk menyurutkan warga Iran, karena kesulitan ekonomi yang tengah di hadapi akibat sanksi AS. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan Hadiri Peringatan 745 Tahun Kematian Jalaluddin Rumi

Organization