Home / Berita / Internasional / Asia / ‘Jika Saja Palestina Mau Menjual Tanahnya’

‘Jika Saja Palestina Mau Menjual Tanahnya’

Jared Kushner (tengah) bersama Putra Mahkota Saudi (kiri). (Aljazeera)
dakwatuna.com – London. Laman Middle East Eye mengunggah sebuah artikel dari penulis Italia, Marco Carnelos. Di dalamnya, Carnelos mengungkapkan pandangannya terkait langkah yang diambil Penasihat Gedung Putih untuk Timur Tengah, Jared Kushner terhadap masalah Palestina.

“Visi Kushner tentang Palestina … adalah sebuah klise, kedustaan dan standar ganda,” tulis Carnelos di awal artikelnya. Ia juga menyebut, sudah saatnya bagi Washington untuk paham bahwa warga Palestina tak akan menjual hak-haknya walau dengan 30 keping perak sekalipun.

Carnelos juga mengutip hasil wawancara antara surat kabar Al-Quds Al-Arabi dengan Kushner. Ia menyebut sulit untuk tidak putus asa atas kemungkinan mencapai kesepakatan yang adil antara orang Israel dan Palestina.

Ia menambahkan, jawaban-jawaban Kushner mengarah pada keyakinan bahwa solusi Palestina terangkum dalam ‘Kesepakatan Abad Ini’. “Warga Palestina harus bersiap untuk kedinginan lagi,” lanjutnya.

Hasil wawancara, kata Carnelus, mencerminkan klise lama, kedustaan, standar ganda dan terdistorsi dari kondisi sebenarnya antara Palestina dan Israel.

Omong Kosong

Carnelos melanjutkan, “Optimisme Kushner adalah omong kosong mengingat situasi di lapangan serta sikap otoritas Israel saat ini.”

Ia juga mengejek klaim Kushner yang menyebut perhatian pemimpin Arab terhadap Palestina. Menurutnya, sangat penting untuk mengetahui siapa saja mereka yang dimaksud menantu Trump itu.
Carnelos mengambil contoh pernyataan Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud.

Sebelumnya, Pangeran dalam sebuah kesempatan mengatakan, “Tiba waktunya bagi Palestina untuk menerima kondisi mereka. Mereka harus kembali ke meja perundingan, jika tidak mereka harus diam dan berhenti mengeluh.”

Carnelos juga menyebut penutupan pintu perbatasan Rafah oleh Mesir. Dengan fakta-fakta itu sangat sulit untuk percaya bahwa pemimpin Arab perhatian terhadap Palestina, imbuhnya.

Pemerintah Amerika harusnya mulai paham bahwa Palestina tidak hanya soal ekonominya saja. Melainkan juga tentang hak-hak dasar mereka seperti hak politik dan legitimasi, kata Carnelos lagi.

Ia juga menegaskan, jika saja Palestina mau ‘menjual diri’ maka perdamaian mungkin tercapai beberapa dekade lalu. “Visi ini (Kushner) tidak berhasil di masa lalu, begitu pula di masa mendatang,” pungkasnya.(whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Doa Dr. Thariq Suwaidan agar Syaikh Salman Audah Segera Dibebaskan