Home / Berita / Internasional / Asia / Buntut Menghilangnya Khashoggi, AS Pertimbangkan Sanksi untuk Saudi

Buntut Menghilangnya Khashoggi, AS Pertimbangkan Sanksi untuk Saudi

Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud. (whc/dakwatuna)
dakwatuna.com – Washington. Waktu yang dimiliki Arab Saudi untuk menjelaskan pada Amerika Serikat (AS) tentang apa yang sebenarnya terjadi pada jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istabul hampir habis. Demikian disampaikan tiga pejabat AS kepada Bloomberg.

Mereka juga meyakini, bantahan Saudi atas keterlibatannya dalam penghilangan Khashoggi telah membuat Washington jengah. Presiden AS Donald Trump dan seluruh pembantunya juga meyakini bahwa Khashoggi terbunuh sesaat setelah memasuki gedung Konsulat pada Selasa (02/10) lalu.

Namun begitu, Trump tampaknya belum ingin menghentikan penjualan senjata ke Riyadh, meski ada tekanan dari Kongres AS. Hal itu karena Trump khawatir Saudi akan beralih ke Rusia dan Cina dalam hal pembelian persenjataan.

Salah seorang pejabat mengatakan, sejumlah sanksi juga sudah masuk ke dalam daftar Gedung Putih. Sanksi yang tersedia berkisar antara pengurangan hubungan diplomatik, menjatuhkan sanksi pada sejumlah pejabat terkait, atau menarik diri dalam forum “Davos in the Desert” yang akan digelar Saudi pada 23 Oktober mendatang.

Sementara pejabat lain menyebutkan, Penasihat Keamanan Nasional lebih memilih memberikan tekanan tanpa menjatuhkan sanksi pada Riyadh. Diharapkan, keberadaan Khashoggi akan semakin cepat terungkap dengan hal tersebut.

Bloomberg menambahkan, Dubes Saudi di Washington bertolak pulang ke Riyadh pekan lalu. Katanya, ia mendapat pesan dari Menlu AS Mike Pompeo agar kembali ke Washington dengan jawaban yang jelas dan terang terkait Khashoggi.

Sedangkan seorang pejabat lagi mengatakan, Trump sangat serius dalam mengikuti hilangnya Khashoggi. Ia juga tengah menunggu bukti yang meyakinkan terkait nasib kontributor untuk Washington Post tersebut.

Lebih lanjut, pejabat mengatakan bahwa para petinggi AS yang dekat dengan Trump sangat yakin bahwa Saudi terlibat dalam penghilangan atau pembunuhan Khashoggi tersebut. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi