Home / Berita / Internasional / Amerika / UEA, Arab Saudi dan Israel Bersatu Gulingkan Rezim Iran

UEA, Arab Saudi dan Israel Bersatu Gulingkan Rezim Iran

Perang proksi Saudi vs Iran (Aljazeera)
dakwatuna.com – Washington. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Duta Besar UEA untuk Amerika Serikat dan Direktur Mossad Israel, bersatu untuk menggulingkan rezim berkuasa di Iran. Ketiganya diketahui menggelar pertemuan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York.

Berbicara di hadapan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton dan Menlu AS Mike Pompeo, Menlu Saudi Adel al-Jubeir menyerukan penggulingan rezim Iran. Menurutnya, negara beribu kota di Teheran itu tidak akan berubah atas kemauannya sendiri.

“Kecuali adanya tekanan internal yang kuat, aku tak percaya mereka akan terbuka,” kata al-Jubeir dalam konferensi United Against Nuclear Iran (UANI) di New York. Konferensi ini dihadiri oleh negara-negara penentang kesepakatan nuklir Iran 2015.

“Bagaimana bisa kita bernegosiasi dengan negara yang ingin membunuhi kami,” al-Jubeir mengatakan dalam sambutannya, yang dikutip surat kabar UEA The National.

Saudi dan UEA menyambut baik keputusan AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran pada bulan Mei lalu. Kesepakatan yang juga dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) itu berisi persetujuan Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.

Selain itu, Dubes UEA di Washington Yousef al-Otaiba mengatakan, tekanan eksternal diperlukan dan menjadi kunci dalam mengubah arah Iran.

“Aku pikir setiap kalibrasi ulang kebijakan luar negeri Iran akan datang dari kebijakan eksternal,” kata Otaiba. Menurutnya, isolasi terhadap Teheran harus didukung penuh oleh kekuatan Eropa, negara-negara Asia, dan tentu saja Amerika Serikat.

“Jika rudal diluncurkan di Arab Saudi dan UEA apa reaksi yang akan terjadi dan bagaimana kita akan bertahan?” imbuhnya.

“Aku menanyakan itu sebagai hipotetis, tapi itu tidak benar-benar hipotetis. Negara-negara Teluk, Israel dan negara-negara di sekitar akan berhadapan dengan risiko secara langsung.” (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah