Home / Berita / Internasional / Amerika / Siapa Lebih Mengancam AS; Iran atau Rusia? Berikut Hasil Surveinya

Siapa Lebih Mengancam AS; Iran atau Rusia? Berikut Hasil Surveinya

Presiden Rusia (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Iran. Kedua negara dianggap menjadi ancaman bagi AS. (Aljazeera)
dakwatuna.com โ€“ Washington. Hegemoni Amerika Serikat atas dunia lambat laun mulai memudar. Secara perlahan, sudah mulai bermunculan negara-negara yang siap bersaing dengan AS, baik dalam hal ekonomi maupun persenjataan dan pertahanan.

Secara ekonomi, mungkin Cina beradap di barisan terdepan menantang Washington. Ambisi untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra โ€“ atau juga disebut Satu Sabuk Satu Jalur โ€“ memaksa Cina untuk berekspansi secara ekonomi ke banyak negara di dunia. Bahkan baru-baru ini mereka terlibat perang dagang dan ekonomi dengan AS.

Dalam hal persenjataan dan pertahanan, tampaknya persaingan AS dan Uni Soviet masih berlanjut. Hanya saja, Uni Soviet sekarang diperankan oleh Rusia. Tak hanya urusan senjata, AS dan Rusia juga banyak terlibat perang proksi di sejumlah negara.

Selain Rusia, Iran juga tampak mulai muncul menjadi gangguan bagi Washington. Klaim persenjataan nuklir Teheran disebut-sebut menjadi faktor yang membuat AS geram. Terbaru, hubungan kedua negara memburuk setelah Presiden Trump keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran yang dibuat 2015 lalu itu.

Lalu, negara manakah yang menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat? Iran atau Rusia?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Ipsos Foundation menggelar survei untuk mengungkap persepektif warga AS. Survei digelar sesaat setelah AS kembali memberlakukans sanksi ekonomi kepada Iran.

Hasil survei menyebutkan bahwa warga AS menganggap ancaman Rusia jauh lebih besar bagi Iran. Meskipun sejumlah orang dewasa AS menganggap Iran juga ancaman, namun presentasinya mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir.

Sementara jumlah warga AS yang menganggap Rusia sebagai ancaman terus meningkat sejak 2015 lalu. Tuduhan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS 2016 lalu disebut-sebut menjadi faktor dalam peningkatan ini. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Kekuatan Diplomatik Turki Selamatkan 4 Juta Orang di Idlib, Suriah