Home / Berita / Internasional / Asia / Ayat Al-Quran Ini Buat Murka Arab Saudi

Ayat Al-Quran Ini Buat Murka Arab Saudi

Menlu Irak Ibrahim al-Jaafari. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Baghdad. Saat berbicara tentang logika dan keadilan dalam sebuah pelatihan di Liga Arab, Menlu Irak Ibrahim al-Jaafari mengutip kisah Ratu Saba dan Nabi Sulaiman as. Namun hal itu mengundang murka perwakilan Arab Saudi dan melancarkan kecaman keras ke Iran dan Syiah Hutsi.

Dalam sebuah rekaman video, Jaafari mengatakan, “Sejak masa lampau, Yaman telah memberi teladan tentang kebijaksanaan dan keadilan… Seorang wanita menggetarkan udara Yaman dan berbicara dengan bahasa bijaksana.”

Jaafari kemudian mengutip pernyataan Ratu Saba yang diabadikan dalam Al-Quran surat An-Naml ayat 34. Ayat berbunyi yang artinya:

“Dia (Bilqis) berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina, dan demikianlah yang akan mereka perbuat”.”

Ayat tersebut berkisah tentang diskusi antara Ratu Saba, Bilqis, dengan para penasihatnya tentang bagaimana menanggapi Nabi Sulaiman yang mengancam akan menggulingkan singgasananya.

Alih-alih menggunakan segenap kekuatannya, Ratu Bilqis justru memilih untuk bernegosiasi dengan Nabi Sulaiman. Bahkan pada akhirnya, pertemuan keduanya membuat Ratu Bilqis masuk ke dalam Islam, dan berhenti melakukan penghambaan pada matahari.

Namun Menteri Saudi urusan Afrika Ahmad Kattan kesal dengan pernyataan Jaafari dan menganggapnya sebagai sindiran kepada penguasa Arab Saudi. Bahkan Kattan menghubungkan kisah yang disampaikan Jaafari dengan serangan Riyadh dan Abu Dhabi ke Yaman.

“Semua memuji para raja Arab Saudi atas segala yang telah mereka persembahkan kepada dunia Arab dan Islam,” kata Kattan.

Selama sambutannya, Kattan juga mengarahkan kecaman kepada Iran dan milisi Hutsi yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa. Menurutnya, kedua pihak itu terus melakukan serangan kepada Arab Saudi dan pemerintah sah Yaman.

“Kami tidak mencari perang ini. Justru Iran bersama Syiah, para milisi dan semua yang ada di belakang mereka yang mencarinya. Milisi Hutsi mereka dukung dengan persenjataan untuk menyerang Kerajaan Arab Saudi.”

Belakangan, Menlu Irak Jaafari menyebut pidatonya itu selayaknya tidak diartikan lebih dalam. Ia juga terkejut atas penafsiran pidatonya yang bermuatan ayat Al-Quran itu.

Jaafari melanjutkan, ia juga berbicara tentang pujian Rasulullah saw. kepada Raja Najasy, yang disebut sebagai seorang raja yang tak pernah melakukan kezaliman. “Mengapa tidak Anda katakan bahwa aku memuji raja?” kata Jaafari kepada Menteri Saudi.

Lebih lanjut, Jafaari menegaskan bahwa dirinya tidak ada maksud memuji maupun mencela siapa pun dalam pidatonya. “Mengapa jadi begitu sensitif?” tanyanya dengan penuh heran.

“Ingin berpikir semau Anda, bebas. Tapi jangan bebankan aku dengan sesuatu yang tidak aku maksud. …,” imbuh Jaafari.

Menlu Irak itu juga mengecam Kattan yang mengkritik pidatonya saat ia tidak ada. “Kattan bisa saja menunggu aku kembali, atau mengklarifikasi secara personal hingga jelas maksudnya,” pungkas Jaafari. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Mahathir Muhammad Kritik Kebijakan Trump