Home / Berita / Internasional / Asia / Pangeran Saudi: Raja Salman dan Putranya Bertanggung Jawab atas Perang Yaman

Pangeran Saudi: Raja Salman dan Putranya Bertanggung Jawab atas Perang Yaman

Raja arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. (aa.com.tr)
dakwatuna.com – London. Keluarga Kerajaan Arab Saudi secara umum tidak dapat disalahkan atas apa yang terjadi di Kawasan. Justru tanggung jawab ada pada Raja Saudi saat ini dan putra mahkotanya.

Hal itu disampaikan oleh seorang pangeran Saudi, Ahmad bin Abdulaziz kepada para demonstran di ibu kota Inggris, London. Para demonstran menggelar unjuk rasa mengecam serangan Koalisi Arab yang dipimpin Saudi di Yaman.

Pernyataan Pangeran Ahmad dapat dilihat dari video yang merekam pertemuan sang pangeran dengan aktivis yang menggelar demo. Saat itu, para aktivis meneriakkan slogan “turun, turun Al Saud” dan “Al Saud keluarga kriminal”.

Dalam rekaman itu, Pangeran Ahmad tampak mendekati para demonstran dan menjawab sejumlah pertanyaan mereka. Video tersebut diunggah dan viral pada awal pekan ini.

Saat mengunggah video tersebut, akun @barqnewskw menuliskan, “Pangeran Ahmad bin Abdulaziz, saudara Raja Salman, mendengar kelompok penentang menyuarakan “turun, turun Al Saud”, maka ia membalas: Semua Al Saud tidak bisa disalahkan!? Ada orang yang lebih bertanggung jawab atas perang di Yaman.”

“Ada orang-orang tertentu yang harus bertanggung jawab. Jangan salahkah seluruh keluarga (Al Saud),” imbuh Pangeran. “Di Yaman maupun tempat lain, harapan kami adalah perang berakhir hari ini sebelum besok.”

Pangeran kemudian ditanya siapa orang-orang yang ia maksud harus bertanggung jawab. “Tentu raja dan pewarisnya,” jawab Pangeran. Itu mengisyaratkan Raja Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman Al Saud, atau yang juga dikenal dengan MBS.

Eskalasi Konflik Yaman meningkat tajam sejak Maret 2015. Saat itu, Saudi memimpin pasukan Koalisi Arab melakukan intervensi militer ke Yaman menghadapi pemberontakan kelompok Syiah Hutsi.

Sejak konflik dimulai, lebih dari 10.000 orang tak bersalah meninggal, dan jutaan lainnya terusir dari rumah dan tanah kelahiran mereka.

Para aktivis menuding MBS, yang juga bertindak sebagai menteri pertahanan Saudi sebagai ‘arsitek utama’ perang Yaman. Perang itu telah membuat Yaman mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia, menurut PBB. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Erdogan: Jangan Tutup-tutupi Fakta Pembunuhan Khashoggi