Home / Berita / Internasional / Asia / Pangeran Saudi Ini Dinilai Jadi Tantangan Bagi Kekuasaan Raja Salman

Pangeran Saudi Ini Dinilai Jadi Tantangan Bagi Kekuasaan Raja Salman

Raja arab Saudi, Salman bin Abdulaziz. (aa.com.tr)
dakwatuna.com – London. Majalah Middle East Eye mengungkap fakta bahwa Pangeran Arab Saudi Ahmad bin Abdulaziz Al Saud tidak mencabut pernyataannya di hadapan para demonstran beberapa waktu lalu.

Saat itu, adik Raja Saudi Salman bin Abdulaziz tersebut menegaskan bahwa Raja dan Putra Mahkotanya bertanggung jawab atas semua kekisruhan di Kawasan.

Menurut penulis yang dimuat di majalah Inggris itu, Pangeran Ahmad memilih untuk tidak kembali ke negaranya. bahkan ia seakan berlepas diri dengan semua yang dilakukan oleh Raja Saudi dan putranya tersebut.

Sebelumnya, para demonstran menggelar aksi di depan rumah Pangeran Ahmad beberapa waktu lalu. Mereka mengkritik intervensi militer Arab Saudi di Yaman yang membuat negara itu di ambang kehancuran.

Dalam rekaman video di lokasi, tampak para demonstran meneriakkan yel-yel seperti “turun, turun Al Saud”, dan “Al Saud keluarga kriminal”.

Melihat hal itu, Pangeran pun keluar dan menghadapi para demonstran. Ia mengatakan kepada demonstran: “Mengapa kalian katakan hal itu kepada keluarga Al Saud? Apa urusan seluruh keluarga Al Saud terkait hal ini?”

“Ada orang-orang tertentu yang seharusnya bertanggung jawab. Jangan sampai tanggung jawab itu juga dibebankan kepada orang lain.”

Para demonstran kemudian bertanya siapa orang yang dimaksud harus bertanggung jawab. “Raja (Salman) dan penerusnya, dan orang-orang lain di dalam negara,” jawabnya.

Secara cepat, rekaman video itu tersebar luas melalui situs jejaring sosial. Kantor Berita Saudi (SPA) juga mengomentari pernyataan Pangeran Ahmad itu dan menyebutnya “tidak benar”.

Warganet juga menyambut baik keberanian Pangeran Ahmad tersebut. Bahkan tagar “kami membaiat Ahmad bin Abdulaziz jadi Raja” sempat viral di Twitter.

Sikap Pangeran Ahmad dianggap yang pertama kalinya terjadi. Padahal, sebelumnya anggota keluarga kerajaan memilih bungkam atas segala dinamika politik di Arab Saudi.

“Jika Pangeran Ahmad dengan tegas menolak untuk kembali ke negerinya, maka sepak terjangnya akan menjadi tantangan besar bagi penguasa Saudi,” tulis David Hearst. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Masjid di Makkah, Madinah hingga London Gelar Shalat Ghaib untuk Jamal Khashoggi