Home / Berita / Internasional / Asia / ‘1 Tahun Berlalu, dan Wajahmu Tak Pernah Hilang dari Anganku’, Kata Syaikh Qardhawi pada Putrinya

‘1 Tahun Berlalu, dan Wajahmu Tak Pernah Hilang dari Anganku’, Kata Syaikh Qardhawi pada Putrinya

Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dan putrinya, Ola Qaradhawi. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Doha. Syaikh Yusuf al-Qaradhawi mencurahkan kepiluan hatinya melalui sebuah surat. Surat itu ditujukan kepada putrinya, Ola al-Qaradhawi. Ola sudah satu tahun ditahan di salah satu tahanan Mesir.

Syaikh Qaradhawi mengatakan dalam suratnya, “Satu tahun dalam kurungan soliter di salah satu tahanan terburuk di dunia, putriku Ola al-Qaradhawi mendapatkan perlakuan buruk dan tragis, hak-hak dasarnya dirampas serta serangkaian penghinaan demi penghinaan.”

“Satu tahun dan kami menantikan hati-hati tenang tergerak, tidur terbangun, terbelenggu agar terbebas, mati agar hidup,” imbuhnya.

Syaikh melanjutkan, “Satu tahun berlalu dan ia jauh dari rumahnya, anak-anaknya, cucu-cucunya, ayahnya dan saudar-saudaranya, dalam sebuah sel soliter yang sempit. Ia tak mendapatkan hak-haknya, semua urusannya dibatasi dengan sengaja.”

“Mengapa? Karena ia anaknya Qaradhawi dan memegang warga negara Qatar. Tubuh lemahnya harus dijadikan pelampiasan balas dendam kepada Qaradhawi dan Qatar.”

Hari Selasa lalu Ola dikabarkan mogok makan. “Tujuannya untuk menghentikan penyiksaan, pembunuhan perlahan serta agar hukuman tragisnya dihentikan,” kata pengacaranya. Pengadilan Tinggi baru saja menambah penahanannya selama 45 hari.

“Sesungguh bayanganmu tidak pernah hilang dari anganku, ingatan tentangmu tak pernah hilang. Doa, sholat dan munajatku selalu memohonkan agar Allah membebaskanmu dari kaum dzolimin,” lanjut Syaikh Qaradhawi dalam suratnya.

“Aku seperti layaknya semua ayah, tergerak perasaannya, sakit hatinya dan banjir air matanya, setiap kali mengingat kondisi putrinya yang menderita ketidakadilan dan agresi.”

“Setiap manusia merdeka agar melakukan hal yang ia mampu untuk menyelamatkanmu dan puluhan ribu tahanan lainnya yang juga mengalami ketidakadilan bersamamu. Kepada Allah aku memohon, tidak ada kekuatan selain Allah Maha Tinggi dan Agung. Aku menitipkanmu dan suamimu kepada Allah, yang titipan itu tak akan pernah hilang,” pungkasnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 5)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Adnan Oktar alias Harun Yahya ditangkap dengan sejumlah tuduhan kriminal. (Anadolu)

Media Israel Ungkap Kedekatan Adnan Oktar alias Harun Yahya dengan Israel

Organization