Home / Berita / Internasional / Asia / Diancam Sanksi oleh AS, Turki Tegas Akan Membalas

Diancam Sanksi oleh AS, Turki Tegas Akan Membalas

Sistem pertahanan udara ‘S-400’ milik Rusia. (Aljazeera)
dakwatuna.com – Ankara. Pemerintah Turki menegaskan tetap membeli sistem pertahanan S-400 milik Rusia. Langkah ini seakan menantang ancaman Amerika Serikat yang akan memberi sanksi pada Ankara jika tetap membelinya.

Jubir Pemerintah Turki Ibrahim Kalin mengatakan, negaranya berharap punya hubungan baik dengan Washington. Namun Ankara akan membalas dan mengambil langkah konkret jika AS tetap memberlakukan sanksi.

Menurut Kalin, kesepakatan tidak dapat dibatalkan. Perjanjian telah disepakati, ditandatangani dan akan dikirim tahun depan.

“Kesepakatan itu termasuk transfer teknologi. Bagi kami ini poin paling penting dalam kesepakatan. Kami tak hanya tertarik untuk menggunakan teknologi ini, melainkan juga memproduksinya,” imbuhnya.

Kalin menegaskan, keanggotaan di NATO tidak melarang pembelian sistem persenjataan dari negara di luar NATO.

Selain itu, Turki juga tengah mengkaji kemungkinan pembelian sistem pertahanan udara ‘Patriot’ milik Amerika. Atau sistem sejenis yang diproduksi Barat apabila syarat-syaratnya terpenuhi, ungkapnya. (whc/dakwatuna)

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
William Ciputra
William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma'had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok.Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma'had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat Juga

Membaca Arah Hubungan Rusia dan Israel